Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Anak itu diam. Lalu, pelan-pelan, menaruh buku tebalnya di meja, dan duduk. Tidak lagi belajar hari itu. Hanya… diam. Karena ia tahu, diam pun kadang lebih menyembuhkan dari ribuan pelajaran. --- Dan sore itu, saat angin menyusuri jalan tanah yang lembab, ia membawa serta satu pesan: “Yang pulih bukan yang tercepat. Tapi yang diizinkan berhenti—tanpa dicurigai lemah.”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Suami Idaman

Suami Idaman

Sudah dua hari ini Aya tak banyak bicara. Bukan karena mereka bertengkar. Bukan juga karena Aya marah. Tapi karena… dia sedang mencoba diam. Sebuah eksperimen yang katanya penting untuk keseimbangan emosi. Sesuatu yang dia baca dari buku psikologi yang baru saja dia beli di toko buku diskon. "Aku pengin nyoba mindfulness," katanya waktu itu. Elvano mengangguk saja, meski dalam hati bingung. “Mindfulness” terdengar seperti nama sabun mandi.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia menyesuaikan langkah, menemukan ritme baru. Ia berhenti di sebuah dinding dan duduk di tepi trotoar. Membuka buku, membaca beberapa halaman. Kata-kata di sana tidak berusaha menghibur. Mereka jujur, dan kejujuran itu menenangkan. Aira menutup buku lagi, menyimpannya. Tidak perlu berlama-lama. Hari ini bukan tentang menyelesaikan apa pun. Aira bangkit. Ada keputusan kecil yang menguat di dadanya: ia akan pulang nanti dengan tenang. Pulang ke ruang yang ia rawat sendiri. Pulang tanpa membawa sisa tuntutan.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Belajar bagaimana menggabungkan menulis dengan ritual dan sihir untuk penemuan diri, memperjelas niat, menciptakan dan membuat sesuatu terjadi, dan manifestasi. Ia duduk di dekat jendela yang masih terbuka— pada posisi yang sama, merasakan dinginnya udara yang membuatnya nyaman dan membaca membaca beberapa halaman buku tersebut sebelum ia melihat jam di kamarnya. Kedua matanya membulat. “...Sudah jam dua?!” ia memekik dengan suara tertahan. Ia tidak ingin mengganggu keluarganya yang sedang terlelap. Ia memutuskan untuk melanjutkan membaca besok dan mulai mencari posisi nyaman di tempat tidurnya, membiarkan jendela tetap terbuka.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

Saga duduk di kursi kerjanya, membuka laptop dan serius menatap layar benda itu. Sedangkan Damay masih melihat-lihat koleksi buku milik suami. Ia tertarik pada salah satu buku. "Mas, apa aku boleh baca buku ini?" tanyanya seraya menunjukkan buku itu pada sang suami. "Iya, boleh. Baca saja apa yang kamu mau. Maaf, aku kerja dulu sebentar ya." "Iya, Mas, terima kasih." Damay membuka buku yang bertuliskan mesin waktu. Entah kenapa ada buku itu di deretan rak kerja sang suami. Mungkin saja suaminya menyukai bacaan seperti ini.
1072.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

Tapi memejamkan mata terasa melelahkan karena setiap kali mataku tertutup, wajah Dante kembali muncul dan membuat dadaku bergetar. Aku memutuskan untuk membaca buku. Seumur hidupku tidak ada hal yang bisa menggangguku ketika aku sedang membaca. Ini adalah pelarianku setiap kali aku marah, kesal, sedih bahkan terlalu bahagia. Aku harus membaca buku untuk menekan semua emosi yang berlebihan, dan cara ini belum pernah gagal. Aku memeriksa buku yang ada di meja belajarku dan menemukan buku yang pernah diberikan oleh Dante. Buku tentang gangguan kecemasan. Aku segera membukanya dan mulai membaca.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Bahkan temperamen dan jiwa seseorang dapat diubah dengan membaca buku. "Sialan, sepertinya aku perlu membaca lebih banyak," kata Zudith dengan penuh rasa iri. Dia juga ingin berubah. Dia ingin menjadi sepertiku agar lain kali, dia bisa bicara tanpa henti ketika berdebat dengan orang lain. Winston berusaha keras untuk menenangkan dirinya. Akhirnya, dia berhasil menenangkan dirinya. Dia orang yang kuat. Bagaimana mungkin dia bisa marah pada kami yang tidak punya apa-apa?
9.41.2M viewsCompletedAdded to Library 35.5K Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Ilmu Pembawa Perdamaian

Ilmu Pembawa Perdamaian

Toook tok toook. Hasil rapat perdamaian dengan antar kerajaan musuh telah selesai. Semua pejabat dan para raja musuh termasuk prajurit aliansi saling bersalaman di ruang tahta. Para raja mulai bersiap untuk kembali ke kerajaan masing-masing bersama dengan prajuritnya. "Kalian para raja hati-hati dijalan. Tolong para prajurit terimakasih telah bekerjasama dengan saya atas perdamaian ini." ucap Diofu.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

“Aku telah menyampaikan izinmu dan juga pesanmu. Aku bisa merasakan dari sorot matanya, dia sangat menyayangimu dan bangga padamu, meski dia tak mengatakannya langsung.” Hua Lianyi menatap rak buku di sekeliling mereka, lalu matanya tertuju pada buku yang sedang dipegang Luo Yi. “Itu buku ‘Cara Menenangkan Diri’, ya?” tanyanya lembut sambil mendekat. Luo Yi mengangguk. “Ya, Guru. Saya pikir jika saya memahami isi buku ini, saya akan lebih cepat menguasai Teknik Pernafasan Alam.”
104.3K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Kamu juga. Lebih kuat sekarang. Dulu matamu sering sembunyiin sedih, sekarang nggak.” Ada keheningan sebentar, tapi keheningan itu tidak canggung. Seolah keduanya tahu, mereka tidak sedang melanjutkan kisah lama, hanya sedang memastikan bahwa perasaan itu sudah benar-benar menjadi kenangan yang damai. ⸻ “Aku baca bukumu yang terbaru,” ucap Damar akhirnya. “Oh ya?” “Iya. Langkah yang Tak Lagi Ragu, bagus banget. Kamu nulisnya kayak… kamu udah nggak takut kehilangan siapa pun lagi.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as buku berdamai dengan diri sendiri
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status