Yuk, Nikah!
Aku bangkit dari posisi rebahan dan memasang muka panik.
“E-eh?! Apa, sih teriak-teriak?!” Pusing rasanya habis rebahan langsung bangkit berdiri. Aku sempoyongan. Ah, iya. Tekanan darah rendah.
Gadis remaja itu menutup muka dengan kedua telapak tangannya rapat-rapat, ia mematung diam.
“Ih, pake buka-buka kancing baju segala! Nggak malu, apa, Bang?!” sentaknya, masih dengan wajah yang ditutup rapat.