Jarak Rindu
Tidak ada Zoe, tidak ada Reza, tidak ada Elric.
Hanya Nandini, duduk sendirian, merapikan bolpoin di atas buku catatan.
“Naya,” panggilnya ketika melihat sosok di ambang pintu. “Masuk. Tutup pintunya, ya.”
Nada suaranya tenang, bukan nada orang yang hendak menginterogasi. Tapi justru itu yang membuat jantung Naya berdegup sedikit lebih kencang.
Ia masuk, menutup pintu pelan. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya ketika mendekat.
Bab Populer