Ada sebuah biografi tentang Van Gogh yang benar-benar membuatku terpaku dari halaman pertama sampai terakhir: 'Van Gogh: The Life' karya Steven Naifeh dan Gregory White Smith. Buku ini bukan sekadar rangkuman timeline hidupnya, tapi benar-benar menyelami setiap detil kegelisahan, kreativitas, dan pergulatan batin sang maestro. Penulis menghabiskan 10 tahun riset, bahkan menelusuri surat-surat pribadi Vincent kepada Theo yang jarang diakses publik.
Yang bikin buku ini istimewa adalah cara mereka membedah mitos vs fakta. Contohnya, soal kisah 'potong telinga' yang ternyata lebih kompleks dari versi populer. Mereka juga menggali sisi Van Gogh sebagai pembaca literatur berat dan kolektor seni Jepang—aspek yang sering diabaikan. Terkadang bacanya emosional banget, terutama bagian dimana Vincent berjuang melawan penyakit mental sambil tetap melahirkan mahakarya seperti 'Starry Night'. Kertas bukunya tebal dengan ratusan ilustrasi, jadi feels like holding a piece of history.