Aku, Kamu & Buku Nikah
"Lagi baca apa?"
Pertanyaan itu membuatku menoleh, mendongak ke atas. Ada Roan dengan senyum merekah. Wajahnya masih saja tampan, itu pernah membuatku hilaf dan berpikir kami jodoh. Setelah melihat Jexeon yang lebih tampan, baru aku sadar jodohku bukan Roan, tapi Jexeon.
"Ah, ini. Aku cuma baca-baca aja."
Aku menunjukkan judul buku dengan sampul biru, Roan mengangguk dan duduk berjarak satu kursi. Dia melipat lengan kemejanya ke atas. Mungkin gerah karena sinar matahari.