Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Empat Tunanganku

Empat Tunanganku

jelasnya. Gadis yang baru saja memasang sabuk pengaman ini menerima buket bunga tersebut, memeluk dan menghirau aroma sambil memejamkan mata. Tanaman itu dibungkus dengan kertas putih, begitu elegan dengan tekstur lembut. Terdapat tujuh tangkai bunga matahari, dikelilingi dedaunan hijau eucalyptus, dan baby's breath putih kecil. Pembungkus diikat oleh pita hitam, berlogo Sun Flower tercetak jelas disana. Terdapat kartu ucapan kecil dengan isi pesan 'Semoga harimu selalu berwarna, maaf aku gak bisa menjemputmu. Sebagai gantinya bunga matahari ini bakal menemanimu.' "Dasar, Paman Han."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Yuga terduduk lemas di atas lantai sembari kedua tangannya mencengkeram rambutnya sendiri dengan kuat, melontarkan raungan kepedihan yang teramat parah. Dia sudah salah dengan teramat parah, salah hingga tidak bisa dimaafkan lagi! Dia membeli seikat bunga krisan putih, lalu berdasarkan alamat yang pernah diucapkan oleh teman sekelasnya dulu, dia berhasil menemukan area pemakaman Shania. Di atas batu nisan tidak tertera foto apa pun, tampak sangat sederhana hingga membuat hati teramat perih. Yuga berlutut di depan batu nisan, meletakkan seikat krisan putih di bagian depan nisan, lalu menyandarkan dahinya pada permukaan batu nisan yang dingin.
9.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Ketika Bunga Kembali Mekar

Ketika Bunga Kembali Mekar

Di sepanjang jalan, dia mendengar kekaguman orang-orang saat melihat kembang api. "Ada orang yang khusus memesan kembang api ini, ya? Semuanya ada huruf yang sama muncul." "Benar! Ada huruf S di dalam lambang hati. Ada huruf S di bawah kata LOVE, huruf S itu pasti inisial nama seorang gadis!" "Siapa gadis yang beruntung itu? Pacarnya baik sekali mempersiapkan pertunjukan kembang api seperti ini."
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu

Tatapannya menyapu setiap sudut kamar inci demi inci, hingga akhirnya terpaku pada sebuah boneka di atas nakas tempat tidur. Itu adalah hadiah ulang tahun pemberiannya untuk Zia, sebuah boneka yang dilengkapi dengan fitur perekam suara. Saat tombol perekam itu ditekan, suara yang amat familier pun terdengar. "Wah, boneka dari Ibu! Aku bakal peluk kamu setiap malam pas tidur. Aku sayang Ibu!" Setiap kata yang terucap rasanya bagai hantaman palu yang bertubi-tubi meremukkan dada Vanya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
AKAN KUTAKLUKKAN DUNIA MURIM DENGAN....

AKAN KUTAKLUKKAN DUNIA MURIM DENGAN....

pikirnya saat melihat targetnya berada di sudut ruangan, tak jauh dari ranjang. "Oh, ketemu!!" Jangsam hampir bersorak dalam hati. Di dalam sebuah vas keramik kuno, tumbuh sebuah bunga yang mirip dengan Bunga Peony (Paeonia suffruticosa). Itulah sang "Bunga Seratus Tahun", Ratu Bunga yang menjadi simbol kemakmuran abadi, namun di tangan keluarga Tang, ia adalah sumber bisa yang tak tertandingi. "Jadi, aroma memabukkan ini berasal darimu...?"
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Embrace Fate

Embrace Fate

Hiupnya terasa tanpa harapan. Esme melewati bunga Tithonia, bunga favorit ibunya. Bentuk bunga itu mirip dengan bunga matahari, tetapi dengan bentuk kelopaknya yang lebih memanjang, sedangkan bunga sun flower lebih bulat bentuk kelopaknya.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Sebatang pena bermotif bunga mawar hitam itu kian bergerak ke kanan dan kekiri, dari atas hingga ke bawah menciptakan sebuah tulisan yang penuh akan makna disebuah buku harian milik gadis bernama pelangi.Sesekali ia tersenyum kala menuliskannya, dan terkadang ia juga terlihat murung.
82.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

kilah Bintang. Seorang gadis dengan celana pensil berwarna hitam dan atasan crop top abu-abu tiba-tiba datang dan menggamit lengan Bintang, manja. "Mas Bintang dari tadi aku nyariin, kirain ke mana. Nih tiketnya udah aku beli. Yuk!" Surya tersenyum mengejek ke arah Bintang lalu menggamit lengan Langit. "Kita pulang yuk, udah sore."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

RADITYA ARYA PERMANA Orang tuanya memberinya nama Arya, diambil dari kata Surya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Arya itu memiliki arti Matahari. Ya,,, mungkin orang tuanya ingin agar ia menjadi sosok yang bersinar terang layaknya Matahari. Oh ya,,, Arya juga melambangkan pesona dan penuh karisma. Tapi menurutmu, apa jadinya jika matahari merasa lelah untuk bersinar?
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Ia baru berhenti ketika sepatunya terantuk sesuatu. Ketika menunduk, Fanala menemukan benda yang sejak tadi tak disadari eksistensinya. Sebuah pot bunga matahari. Keningnya mengernyit. Segera dicabutnya selembar sticky notes yang menempel pada sehelai daun. 'Sorry untuk dua hari Minggunya', tertulis di sana. Menerbitkan senyum lebar di wajah Fanala. Penggemarnya belum meninggalkannya! Seseorang itu hanya mengganti format bunganya.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai bunga mentari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status