Bayang Pedang Cahaya Bulan
Ledakan kecil cahaya keemasan meletup dari titik itu, bukan ledakan destruktif, melainkan mekar seperti bunga yang membuka kelopaknya dalam sepersekian detik, menghamburkan kelopak-kelopak cahaya yang perlahan larut ke udara pagi.
Su Meiyin berdiri dari duduknya, tanpa sadar melangkah beberapa tapak mendekat, matanya terpaku pada pendaran cahaya yang perlahan memudar itu. Ia telah menyaksikan Tujuh Langit Awan dalam bentuk penuh, ia telah menyaksikan Jari Giok dalam berbagai variasinya, namun belum pernah menyaksikan keduanya menyatu menjadi sesuatu yang benar-benar baru seperti ini.