Penebusanku, Semoga Kau Senang
“Kalau kamu nggak ngomong, aku masuk ya ....”
Dia buru-buru mengulurkan tangan, menahan pintu.
“Cindy, kamu masih marah sama aku?”
Aku menatapnya heran.
Dia tersenyum dengan ekspresi sok mengerti. “Aku tahu kok kamu malu karena aku ninggalin kamu.”
“Tapi siapa pun itu, aku pasti bakal milih Xena.”
“Dia cantik, lembut, penurut. Aku bener-bener cinta mati sama dia.”