AKU TANPAMU
Ia meremas tanganku saat merasakan sakit di bagian perutnya.
“Sakit, Sayang? Sabar, ya.” Air mataku menetes.
Jika saja aku bisa menggantikan sakitnya.
“Sssshhhh,” Tania mendesis menahan sakit.
Aku memilih melepaskan tangannya dan mencari petugas medis.
“Pasien baru saja mendapat obat untuk penahan rasa sakit, Pak. Memang tak bisa langsung bereaksi. Harap bersabar menunggu, ya.” Salah satu perawat menjelaskan.