Pura-Pura Bangkrut
Ibu mertuaku tersebut meneliti penampilanku juga putrinya yang sama-sama berantakan.
"Boleh kami masuk? Ada yang ingin saya sampaikan pada Mama." Aku berusaha menekan nada suara sesopan mungkin.
"Masuklah." Ia membuka pintu lebih lebar. Memberi ruang untukku juga putrinya agar bisa masuk ke rumah miliknya yang cukup besar. Sebagai seorang pensiunan seorang polisi, tentu saja kehidupan keluarga Dewi bisa dibilang berkecukupan. Namun, yang namanya manusia memang tidak pernah merasa puas. Mama Hera tega melakukan apa saja demi bisa hidup enak, meski dengan cara mengelabui orang lain, salah satunya diriku.