Suami Adikku, Ayah Anakku
Mending, aku tetap duduk, makan yang banyak, anggap hinaan Ibu selingan.
"Kamu itu kapan dewasa, sih, Anes? Mau sampai kapan selalu begini? Susah sekali menuruti nasihat Ibumu?" Ibu menaruh sendok, berhenti menyuapi Inara.
Yey! Inara akhirnya makan sendiri. Kami sama sekarang.
"Aku udah dewasa, loh, Buk. Udah kawin dua kali, cerai juga dua kali." Aku nyengir pada Ibu, beliau menggeleng putus asa.