SANTET
"Ya. Kata-katamu sudah menyadarkan aku. Aku merasa malu, karena sangat tidak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padaku. Mungkin nasibku tidak baik, tapi ... banyak orang yang mengalami nasib lebih tragis daripada diriku. Tak jauh-jauh, Ita sendiri contohnya. Dia tak mendapatkan apapun dari yang diperbuatnya, dia kehilangan harga dirinya, dia kehilangan kawan-kawannya, dia kehilangan ketenangan dan banyak hal. Seharusnya aku lebih bersyukur atas hidupku. Makasih ya."
"Aku senang dengan pemikiranmu, Ning."
"Ini semua karena kamu Gal. Kamu memang baik, aku tidak pernah salah menilaimu. Jika nggak ada kamu mungkin-"
"Mungkin apa?"
"Mungkin aku sudah berbuat bodoh. Oh, iya, ayo makan. Aku m
Hot Chapters