Agnia dan Cermin Pecah
“Kemarin malam, di daerah sini ada kabar. Sebuah kost di belakang pasar, dekat rel kereta, kecolongan. Konon, dompet dan laptop menghilang begitu saja. Padahal penghuninya hanya pergi ke kamar mandi sebentar.”
Aku mengangguk. “Ooh...”
“Iya, Mas. Jadi saya... ya... hanya ingin memastikan kost kita aman.” Ia tertawa kecil, canggung. “Agar hati saya tenang. Maklum, perempuan tua yang tinggal sendirian. Kadang pikiran mudah liar.”
“Saya mengerti, Bu,” jawabku. “Wajar jika Ibu merasa waspada.”
Bab Populer