HATI ADINDA
Edgar dibelakang kairo tampak tidak tega melihat pada Adinda, “Kenapa mama nangis Pa, ayo pa cepetan keluarin dedenya kenapa lama sekali.”
“Edgar, doain mama ya, nak…”
Edgar segera berpindah tempat duduk melompati bangku-bangku mobil dan segera mendekati Dinda meletakkan kepalanya diperut mamanya itu, “Jangan nakal de… kasihan mama…” Edgar paling sering mengusap perut Dinda apa lagi saat sang adik bergerak dan cegukan disana, “Pa kenapa sakit, dede bayinya kan kecil, kenapa nggak keluar cepetan aja?” Tatap wajah polos penuh kekhawatiran itu.
Bab Populer