Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Masih ada perasaan yang tersimpan rapi di lubuk hati terdalamnya. "Kamu semakin menarik," ucap Damar dengan senyum yang menyeringai penuh kepuasan diri. Senyum itu tidak menjangkau matanya dan hanya sekadar topeng kesombongan. Ia merogoh ke balik saku piyama sutranya yang mewah dan mengeluarkan sebuah foto lama yang sudah agak usang. Foto itu adalah kenangan anniversary pertama Damar dan Mela yang diambil bertahun-tahun lalu di sebuah kafe bertema retro yang penuh nostalgia. Ia menatap Mela muda yang polos dan naif di foto itu.
807 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Skandal Terlarang Bersama Mertuaku

Skandal Terlarang Bersama Mertuaku

Sekarang, dengan percaya diri Randy hanya mengenakan handuk melilit di pinggangnya, memamerkan dada bidang dan perut bak roti sobek premium yang masih basah dengan sisa-sisa air. "Oh my gosh ... badannya," gumam Dinda tertahan. Ia buru-buru menutup mulutnya sendiri. ‘Ya, ampun Dinda, malu-maluin banget! Ini bukan pertama kali lihat dia, tapi malah deg-degan parah? Ah, sial!’ batinnya.
10219.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Dia hanya butuh tempat bersandar untuk menghilangkan rasa takutnya sejak tadi. Ofi membalas pelukan dengan mengusap-usap punggung Sandra. "Tidak apa-apa, jangan takut. Kamu pasti sembuh." Ofi terus menenangkan, meski yang dia tahu Sandra hanya sakit perut dan anemia.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Cinta yang Angkuh

Cinta yang Angkuh

“Kamu mau pulang padahal jantungmu masih berdetak sekencang ini?” Andi tertawa kecil. “Tunggu sebentar lagi di sini. Setelah itu baru kita balik.” Patricia nggak bisa bantah. Jantungnya masih berdetak sangat cepat setelah apa yang baru saja terjadi. Terlebih lagi, dia tadi sepenuhnya ikuti gerakan Andi. Mereka duduk berpelukan di kursi belakang cukup lama. Selama itu, Andi cerita banyak hal tentang keluarganya, tentang ayahnya yang meninggal karena penyakit, tentang berbagai usaha yang dia jalankan, serta keuntungan dari bisnis-bisnis tersebut.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Gadis Nakal Milik Paman Dingin

Gadis Nakal Milik Paman Dingin

Ia meletakkan tas di atas meja dan mendesah berat. “Aku... pergi cari hiburan dengan teman-temanku,” jawabnya pelan, tapi masih dengan nada menantang. “Hari ini aku sangat sedih, Paman. Ditolak cinta olehmu, dihina oleh Nenek, dan—” Aurel menarik napas panjang, menahan sesak di dadanya—“kekasih Paman, si janda beranak tiga itu, ternyata pengajar baruku di kampus.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil

Gadis Kecil

"Tumben kesini?" "Anter oleh-oleh buat mami." Anggi mengulurkan tas yang berisi oleh-oleh. "Bandung aja pakai oleh-oleh." Leo menggelengkan kepalanya "Mami didalam lagi marahin Jimmy." "Kenapa?"
698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
PENGANTIN KE-13

PENGANTIN KE-13

Winda bingung. Riga ceritakan semuanya. Tentang kasus pertengkarannya dengan Della di taman sehabis mereka berolahraga tadi, lalu tentang cerita ada seorang gadis yang kena serempet mobil dan dibawa pergi pengemudinya. Terakhir berkisah tentang kehadirannya ke rumah Della dan dapati kekasih hatinya itu belum pulang ke rumah.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
HATI ADINDA

HATI ADINDA

Edgar dibelakang kairo tampak tidak tega melihat pada Adinda, “Kenapa mama nangis Pa, ayo pa cepetan keluarin dedenya kenapa lama sekali.” “Edgar, doain mama ya, nak…” Edgar segera berpindah tempat duduk melompati bangku-bangku mobil dan segera mendekati Dinda meletakkan kepalanya diperut mamanya itu, “Jangan nakal de… kasihan mama…” Edgar paling sering mengusap perut Dinda apa lagi saat sang adik bergerak dan cegukan disana, “Pa kenapa sakit, dede bayinya kan kecil, kenapa nggak keluar cepetan aja?” Tatap wajah polos penuh kekhawatiran itu.
1035.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Gadis pengubah takdir

Gadis pengubah takdir

Tanganku, tanganku mengecil? "A-apa yang terjadi?" tanyaku seorang diri. Aku pun berdiri dari dudukku dan hendak melangkah, sayangnya keseimbanganku hilang dan aku pun terjatuh. Aku terdiam sejenak sembari menatap tanah. Hah, ini tak masuk akal! Batinku menjerit. Aku buru-buru bangun dan berlari untuk mencari sesuatu yang dapat merefleksikan diriku.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Terjebak Trauma Sang Duda

Terjebak Trauma Sang Duda

Kekehanku berhasil memecah wajah kakunya yang tampak penasaran. Baiknya, wanita paruh baya itu menurut. Ia naik ke sofa tanpa ragu sementara aku memutar tubuh. "Saya mengenal bapak beberapa bulan terakhir dalam keadaan ia yang telah menduda. Perihal Inggit dan bayi di kandungannya, saya tidak tahu." Netraku menyorot ke halaman luas yang ditumbuhi rumput Jepang karena saat ini kami tengah berbincang di teras. "Namun, yang pasti, Bu Inggit telah meninggal dunia."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cerita pegang dada
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status