Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin
Nadira berjalan di sisi Arka, langkahnya menyesuaikan—tidak terlalu cepat, tidak tertinggal.
Seorang pria paruh baya menyambut mereka dengan senyum ramah.
“Arka Mahendra,” katanya. “Lama tidak bertemu.”
“Pak Hendra,” jawab Arka sambil menjabat tangan. “Ini sekretaris saya, Nadira.”
Nadira mengangguk sopan. “Senang bertemu dengan Anda.”
Tatapan Pak Hendra sempat bertahan sepersekian detik lebih lama di wajah Nadira sebelum tersenyum kembali. “Sekretaris yang sangat profesional.”