Menikahi Musuh Bebuyutan
Bulan menggantung bulat sempurna, cahayanya jatuh di kulit pucat Jocelyn Hartfeld yang berdiri diam di balkon lantai dua rumah keluarganya.
Gaun tidurnya longgar, sutra putih yang bergoyang lembut diterpa angin. Di tangannya segelas anggur, belum disentuh. Pandangannya tertuju jauh ke arah gerbang depan. Ia bahkan tak sadar bahwa sudah lebih dari sejam ia berdiri di sana. Menunggu. Entah apa yang ditunggu.
Besok, dia akan menikah.
Bukan dengan cinta masa kecil. Bukan dengan sahabat lama. Tapi dengan Sebastian Grey—musuh bebuyutan, rival berdarah dingin, dan lelaki yang paling membuatnya kesal sejak masa sekolah.