Petaka Mendua
kata Ibu dengan menatap dingin kepadaku.
Aku masih kesulitan mencerna ucapan Ibu, bagaimana mungkin kak Karin menjadi korban, kenyataan dari awal saja sudah salah.
Mas Yusuf hanya mencintaiku, dan kami saling mencintai, apa itu salah?
Jika cinta itu salah, untuk apa cinta itu ada.
Kurasa mereka semua keliru menilai cinta suci kami.
Aku tak bergeming.
Kemudian menatap datar kepada mas Yusuf, yang sedari tadi hanya diam.
Bab Populer