Pembalasan Untuk Pengkhianatan Suami dan Mertua
Aku menggeleng.
"Aku mencintaimu, Rum. Sudah kupastikan, hanya namamu yang bertahta di hatiku. Hanya sosokmu yang memenuhi isi hatiku. Tak ada tempat yang kosong di hati ini, walau hanya sekedar untuk nama perempuan lain." Aku beranjak, kugeser kursi yang kududuki lalu melangkah, berdiri di samping jendela dengan pandangan menyapu ke arah luar.