Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan

Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan

Ia dengan sombong menyerahkan pekerjaannya, lalu pergi ke kamar pribadinya. Di depan pintu kamarnya, berdiri seorang pria dengan pakaian maid serupa. Pria itu menunggu di depan pintu mirip orang bodoh. Saat matanya menangkap kehadiran Bela, si pria berlari kecil mendekati Bela dan menyerahkan sekotak coklat mahal. “Bela, aku membelikannya khusus untukmu!” kata si pria tersenyum cerah. “Madam bilang kamu suka coklat manis dari merk ini, jadi aku membelinya semalam. Cobalah!”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
BUKTI CINTA

BUKTI CINTA

Sebatang cokelat Ferrero Rocher terulur dari tangan kekar milik Kinan. "Nih, buat kamu, biar nggak lemes." Bella mengambilnya dan segera membuka bungkus cokelat dengan tergesa. "Dih, rakus amat!" ujar Kinan saat Bella dengan cepat melahap cokelat hingga setengah. "Enak!" kata Bella sambil menikmati lelehan cokelat yang tersisa di jari lentiknya. "Kenapa cewek-cewek kalo makan cokelat jadi jorok banget, ya?" tanya Kinan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Edo tersenyum, dia memberikan dua cup coklat panas kepada Violet dan Cintya, “ jangan khawatir…ini rendah lemak dan rendah kalori, produk kami. Baru mau meluncur ke pasaran. Kerjaan bagian marketing.” Violet dan Cintya meminum coklat panas pemberian Edo di bangku kayu panjang depan stand Cintya. Memang lain rasa coklatnya, tidak mual di perut. Violet berkali-kali menghirup aromanya. “Ngomong-ngomong…Mario apa kabar, Vio?” tanya Edo duduk di depan mereka, “ kalian cocok banget pakai jilbab. Cantik. Kenapa gak dari dulu, ya?”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Rahasia Gadis Biasa

Rahasia Gadis Biasa

Mempersilakan Bella untuk mencicipinya dengan gaya seorang pelayan, "Di hari yang dingin ini," Dia mendadak puitis, tatapan matanya juga berubah sayu, "Silakan mencicipi cokelat panas ala kadarnya yang saya buatnya untuk Anda, Tuan Putri." Bella tercengang. A-apa gadis ini benar-benar tahu tentang dirinya?! "Hahaha!" Rain tertawa malu, "Aneh, ya? Aku suka bermain drama-dramaan seperti ini. Maaf kalau membuatmu tidak nyaman."
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Paracetalove [INDONESIA]

Paracetalove [INDONESIA]

Matre banget gue yak, haha. "Tapi pacar ganteng paling suka coklat yang mana yah? Yang pakai kacang? Yang mahal? Yang gede? Atau yang murah?" tebak Mery, mengusap dagu. Matanya menjelajah rak berisikan jejeran coklat itu. "Yang nggak terlalu murah dan nggak terlalu mahal. Asal lo kasihnya pakai hati," ucap seseorang tiba-tiba dari arah Kanannya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Sentuhan itu lembut namun panas, membuat kulit Johan meremang. "Kau tampan, Johan," bisiknya. "Sangat tampan. Aku suka mata cokelatmu, dan rambut hitammu, semuanya." Johan merasa pipinya memanas. Ia tidak tahu harus berkata apa. Pujian Meri membuatnya merasa bingung dan terpesona. Meri mendekatkan wajahnya ke wajah Johan, bibirnya hanya beberapa inci dari bibir Johan.
11.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Pesona Wanita Terkutuk

Pesona Wanita Terkutuk

Rambut coklat pirang, hidung mancung, netra aquamarine diiringi bibir penuh serupa milik Lucia Vez Ignatius. Tubuh tegap dengan tinggi melebihi 170 cm. Dan tangan kokoh yang memegang busur itu melukiskan dirinya. "Ada orang yang ingin bertemu denganmu di arena atas," jelas laki-laki paruh baya berpakaian prajurit itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Cinta Habis Tanpa Bekas

Cinta Habis Tanpa Bekas

"Keberhasilan pengembangan obat ini juga berkat Sierra. Usahanya nggak kalah besar dari saya." "Jangan lihat usianya yang masih muda, dia bekerja dengan sangat teliti. Kadang saya merasa dia bukan sekadar mahasiswa saya, tapi lebih seperti rekan seperjuangan." Sierra berdiri di samping Yohan sambil tersipu malu, tampak seperti pasangan yang serasi. Saat aku hendak pergi, tiba-tiba terdengar panggilan, "Kak Inge." "Nggak nyangka kamu juga datang. Kenapa nggak datang menyapa Guru? Apa kamu malu?"
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

“Saya juga bukan orang biasa. Saya bisa rebus air cuma pakai tekad.” Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi. Semua menoleh. Melon berdiri cepat. “Siapa malam-malam begini?” Kiwi berdiri juga. “Mungkin saya dikejar karma karena terlalu banyak bercanda.” Jeruk berbisik, “Kalau yang datang mantan Ibu, aku ambil popok lama buat lempar.” Melon menuju pintu dan membuka sedikit. Seorang perempuan muda dengan rambut panjang rapi berdiri di luar pagar sambil membawa map cokelat.
10918 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos

Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos

“N-nggak ada, sih. Kakak selalu berusaha untuk turuti permintaanku dan selalu mengalah kalau aku udah keterlaluan manja atau buat marah.” Ia merasakan letupan hangat saat Gerald meraih sebentar jemari tangan mereka. Saling menautkan dan memberikan respons lewat sentuhan jika Gerald tidak mempermasalahkan apa yang dipikirkan Agnes. “Coklat merek apa yang kamu butuhkan?” “Godiva, Kak! Beli sama persis kayak temanku, ya. Aku punya fotonya, tapi di kursi belakang. Malas ambil. Nanti malam aku kirim, deh.”
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status