Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
“Dunia ini adalah naskah yang sudah mengeras. Setiap duri yang kau tumbuhkan hanya akan mempercepat kematianmu.”
Tiba-tiba, penglihatan itu berubah. Ia melihat sebuah adegan yang belum pernah ia baca di novel, Alaric sedang berlutut di depan sebuah altar kuno, namun pria itu tidak sendirian. Di belakangnya, berdiri sosok berjubah hitam tanpa wajah yang memegang pena bulu berlumuran darah. Sosok itu sedang menulis di atas punggung Alaric, mengukir takdir baru yang jauh lebih gelap dari plot asli novel.
"Siapa kau?!" teriak Celestine dalam ilusinya.