Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Dimas tertelan ke sudut, hanya bisa melihat ujung cadar Azura dari balik lengan kekar Pak Badar yang bersedekap. "Filmnya sudah mulai?" tanya Pak Badar. Suaranya ngebass, membuat proyektor mini itu bergetar. "S-sudah, Pak," jawab Dimas pasrah. Layar putih di dinding Khazanah mulai menampilkan tumpukan jeroan ikan yang dikerubungi lalat di pasar Paris yang kumuh. Baru dua menit film berjalan, Eyang sudah mulai menarik-narik ujung kaus Dimas.
980 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

“Oui. Dan kita butuh checkpoint kecil: kalau pemain mundur, dunia gak menghukumnya.” Louis menimpali, suaranya lebih tenang dari biasanya. “Gue bisa gambar kursi kayu retak di koridor; kalau pemain duduk di situ, ada sketsa muncul di dinding. Gambar kenangan yang… gak menuntut apa-apa.” Amir menambahkan, “Secara teknis gampang. Kita bikin ‘kursi’ sebagai anchor buat mini-cutscene. Lo voice-over, Ran?”
880 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu

Kemudian Taro meninggalkan Naomi yang sedang makan di sana. Saat dia sudah berada di depan kelas, dia menyelundup di balik dinding dan melihat apa yang akan terjadi saat nenek lampir itu memakan pedas seperti itu. Taro menunggu kapan terjadinya kesenangan seperti itu. dan akhirna Naomi menyantap makanan itu. awalnya enak saja dia memakannya. Beberapa detik kemudian Taro melihat bahwa Naomi merasa kepedasan.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Seandainya Waktu Bisa Kembali

Seandainya Waktu Bisa Kembali

Lalu dia benar-benar mencari sekelompok preman dan membiarkan mereka menghancurkanku. Aku terpuruk di sudut ruangan, menggigil ketakutan, sementara mereka mengangkat ponsel, merekam tubuhku yang dipermalukan. Andrew hanya duduk di sana, menonton. Pada akhirnya, dia mengangkat ponselnya, mengayunkannya di depan wajahku, dengan seringai penuh ancaman. “Kalau kau berani menyakiti Lolly lagi, aku nggak akan ragu untuk mengunggah video ini ke internet. Ini akan menjadi aib yang menghantuimu seumur hidup.”
50.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

"Selamat datang di rumah, Nyonya." Pintu utama perlahan berderit terbuka. Sinar matahari menembus kaca patri ke lantai marmer. Potret beberapa generasi keluarga menggantung di dinding. Potret yang terakhir adalah ayahku. "Ayahku selalu berkata ...." Aldo berdiri di belakangku. "Suatu hari, nama Miller akan berada di tempat yang seharusnya." "Pasti," jawabku pelan.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Layang-layang kini pergi entah kemana, mencari tempat untuk melelapkan seharap cita. Di sebuah rumah minimalis yang dibangun menggunakan gaya arsitek neo klasik, dengan dihiasi ukiran-ukiran yang cukup memanjakan mata di setiap tiang penyangga yang berdiri tegak di depan teras dan juga atap rumah yang terdesain sempurna, begitu elok dipandang mata.
601 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Tuan Sutradara Dan Nona Aktris

Tuan Sutradara Dan Nona Aktris

“Ya, aku tahu apa sangsinya. Dan aku memilih membayar ganti rugi dibandingkan terpaksa membuat film tidak berkualitas.” Erghan masih tidak ingin menyerah. Ia sudah mengenal Alaric cukup lama. Alaric memang seorang yang disiplin dan detail sekali mengenai logika, akting, sudut pengambilan gambar dalam filmnya. Ia sangat jeli, peka sekali mengenali hal janggal dalam sebuah skenario, terutama yang tidak sesuai dengan penilaian logika dan nilai artistiknya. Alaric juga tidak segan mengganti sebuah adegan yang menurutnya kurang pas.
9.240.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Lupa Cara Pulang

Lupa Cara Pulang

Wanita tua itu duduk di sana, tersenyum padanya, seperti tahu ia akan kembali. Lalu ia menyaksikan hal yang tak masuk akal—wanita itu berdiri… padahal bayangannya masih duduk di kursi goyang. Dua sosok yang sama. Dua wajah yang identik. Tapi hanya satu yang menatapnya dengan mata manusia. Dan saat itulah, Rey sadar satu hal mengerikan: ia benar-benar lupa cara pulang. next to episode kalau kalian suka novel ini aku akan lanjut menulis
914 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

seru Javier dengan nada memerintah yang penuh kebencian. Sementara itu, Howard berdiri di sampingnya, bersikap dingin seolah-olah dia hanya sedang menonton sebuah sandiwara yang tak ada hubungannya dengan dirinya. Hingga sisa oksigen terakhirnya habis, tubuh Maya ambruk ke lantai dan dia kehilangan kesadaran sepenuhnya. ... Saat membuka mata kembali, Maya melihat Gisel duduk di tepi tempat tidurnya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Lahir Kembali Menjadi Undead

Lahir Kembali Menjadi Undead

Lekas, ketiga-tiganya kembali menjauhkan diri, tak lupa dengan Noah yang diambang kematian. “Setelah menyerang, kalian mundur dan memilih untuk bertahan. Strategi kalian sama pengecutnya dengan orang-orang bodoh yang terbaring di ruang ini,” ucap Raja Dunia Bawah. Tatapan ia semakin terlihat sinis, hawanya begitu menakutkan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai contoh film alur mundur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status