Dok, Please Cukup!
Nindy berdiri diam di samping Malik, tangannya diam-diam mencengkeram pinggiran pagar balkon, menunggu jawaban yang tidak kunjung datang.
Eleanor tidak menjawab ya. Eleanor juga tidak menjawab tidak.
Diamnya itu jauh lebih menghancurkan dibanding jawaban apa pun yang mungkin keluar dari mulut wanita tersebut, karena keheningan tersebut sendiri sudah menjadi jawaban yang begitu jelas.
"Bu?" panggil Malik sekali lagi, suaranya mulai bergetar.