Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DiaLangit

DiaLangit

panggil Dafa pada Eriska yang sedari tadi diam. Eriska yang dipanggil segera mengeluarkan uang dari saku seragam dan memberikannya pada Dafa, dan diterima dengan senang hati oleh cowok tersebut. "Nih, contoh yang bener, nggak kayak lo!" sindir Dafa pada Zizi yang masih berusaha membujuk Vira. "Woy! Lo, ngapain diem mulu, elah. Bantuin gue, napa," gerutu Zizi pada Langit yang memang sedari tiba di depan kelas hanya diam.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

Melihat Tegar yang diam saja, Nisma menjadi kesal dan melemparkan kunci mobil ke arah wajah Tegar, hingga mengenai dahinya. Reflek Tegar memegang dahinya. Lelaki itu merasa ada cairan yang dipegang oleh telapak tangannya. Ternyata, dahinya berda rah. Semuanya sangat terkejut.
810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Dosa yang Tak Termaafkan

Dosa yang Tak Termaafkan

“Haris di mana?” “Di teras." “Ini mau dibawa ke sana kan? “Iya.” “Biar Mas aja.” Biar saja dia keheranan. Rasa dari pisang goreng buatan Dewi begitu, entah bumbu apa yang dia pakai, kurasa belum ada pisang goreng yang mampu menandinginya. Pernah suatu hari kuminta Eiden untuk membuatkan camilan, saat itu dia menyajikan pisang goreng. Kupikir rasanya tak akan jauh berbeda namun kenyataannya rasanya tak karuan, lebih dominan asin juga entah dia menggorengnya dengan tepung atau tidak, karena kurasa dia hanya menggoreng pisang tanpa diselimuti apa pun, sudah di pastikan tak hanya asin, warnanya pun coklat bahkan cenderung menghitam. Cantik saja nyatanya tak menjamin masakannya lezat.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'brreett' Badai tak mampu lagi menahan gairahnya, dia melepaskan cup bra berbentuk wortel yang hanya secuil menutupi puncak kemerahan gunung kembar isterinya itu. Kemudain Jingga menungging dan langsung mengibaskan ekor bulatnya didepan mata Badai. Doggy style yang sangat panas kemudian menjadi adegan pertama keduanya hingga pelepasan sempurna.
825.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

tanya raccel menatap dinar "menurutku ini sangat bagus, besar luas dengan halaman belakang yang dekat dengan laut" ujar dinar menunjuk contoh gambar yang ketiiga sebuah villa dengan kubah besar dan megah, sesuatu berbeda dari yang lainnya "hm kamu benar...ini yang paling bagus, tapi sepertinya ada yang kurang apa yang harus kita ubah?" tanya raccel dinar berfikir sejenak dan menatap keseluruhan gambar
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
DIA ATAU DIA

DIA ATAU DIA

Dia juga mencintai Aidan. Dan mulai sekarang, dia tidak akan lagi menyangkal perasaannya. ◇◇◇ Di tempat lain, di dalam markas utama organisasi, seseorang sedang duduk di kursi besar dengan senyum penuh arti di wajahnya. “Kita punya masalah besar,” kata salah satu bawahannya. “Mereka berhasil kabur.” Lelaki itu hanya tersenyum, matanya berkilat tajam. “Biarkan mereka. Aku ingin tahu… seberapa jauh mereka bisa berlari.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Lavi pasti menuntutmu habis-habisan. Percaya, deh.” “Minimal kau disetrum,” sambung Dalton. “Kedengarannya oke. Aku jadi punya bahan obrolan dengan Lavi.” Isha menunjukkan beberapa obat lain, termasuk empon-empon. Aku bilang rasanya tidak enak. Dalton protes. Katanya rasanya lebih enak kalau ditambah jahe. Seingatku aku tidak terlalu suka jahe. Namun, Layla bilang, “Kau harus lebih sering minum jahe. Itu membantu banyak hal.”
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Mas Duda, Beri Aku Lebih!

Mas Duda, Beri Aku Lebih!

Wanita itu kini duduk di atas kursi kayu dapur dengan rambut basah yang tergerai alami meneteskan sisa air. Kaos oversize milik Arka tampak sangat longgar di tubuhnya yang ramping, mengekspos kaki jenjangnya yang putih mulus tanpa cela. Penampilan polos tanpa pulasan riasan tebal itu justru membuat Gisel terlihat seratus kali lebih menawan, anggun, dan murni di mata Arka. "Cantik..." celetuk Arka lirih tanpa sadar, terhipnotis oleh pemandangan di depannya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Aku dan [D]ia

Aku dan [D]ia

Aku Maaf aku ribet ya? Hm maklumin aku cewek. Dzaqi Hahaha gak apa – apa, aku suka. Suka cewek maksudnya. Aku Iya tahu, kan ceweknya banyak ya saking sukanya. Eh sorry aku jujur banget ya? Dzaqi Apa sih Di? Kamu sebenarnya mau ngomong apa kok kaya sinis gitu. Aku
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Mau minta apa?” “Cium boleh?” Arya menelan ludah, saat melihat bibir polos Cita di depan mata. “Sekali, Cit. Bentaran doang. Satu detik, dah, selesai!” “Aa … itu …” Cita merasa wajahnya memanas. Ia semakin salah tingkah, karena Arya mulai meminta hal yang terasa aneh. Walaupun, sebenarnya itu adalah hak Arya, dan pria itu tidak perlu memintanya. “Aku .. itu, Mas …”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dahi lebar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status