Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

goda Lian dengan tawa kecil. “Kai udah gak mungkin, apalagi Sagara! Aku udah kesel banget sama Sagara. Aku suruh dia pulang tapi jawabannya sibuk-sibuk terus,” keluh Diani. “Maaf ya, aku gak tau kalau Sagara segila itu dengan kerja. Kalau tau gitu, aku gak akan kasih dia pegang cabang di Eropa,” ucap Lian dengan wajah yang ikut sendu.
6.8K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as daiya no a
Read
+Library
Dinodai Saat Koma

Dinodai Saat Koma

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Inspektur Raka, seorang perawat wanita muda, mengangkat tangannya. "Saya, Pak! Nama saya Dina, saya bertugas shitf malam beberapa bulan terakhir!" sahut wanita itu dengan pelan, wajahnya terlihat begitu cemas, gugup bercampur takut. "Baik, Perawat Dina," kata Inspektur Raka dengan nada tegas, "Ceritakan kepada saya apa yang anda ketahui tentang kondisi pasien Giana selama masa koma. Apakah ada yang aneh atau mencurigakan selama anda bertugas?"
101.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as daiya no a
Read
+Library
Antara Aku dan Dia

Antara Aku dan Dia

Dia memakai flatsoes, mengambil tas slempang kecil lalu memakainya. Dia menatap dirinya di cermin, dia tidak merias wajahnya. Hanya menempelkan bedak tipis dan lipstik yang berwarna senada dengan bibirnya yang semerah cerry. Setelahnya dia lalu turun menuju kamar Kyra. Di dalam terlihat Kyra sedang bermain dengan Rossa. Aletha mendekati mereka, ikut duduk bersimpuh di samping Kyra.
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as daiya no a
Read
+Library
LAILA

LAILA

Dasar gak mau kalah. "Apa A itu maksudnya Wira dan I itu Laila. Kamu romantis sekali." Balasku. "Bukan, maksudku A itu Pantai dan I itu Tersembunyi. Jadi Pantai Tersembunyi." Jawabnya bikin aku geregetan. Aku gemes dan ingin membalasnya. Aku genggam pasir putih di bawah. "Bajumu bagus kalau di kasih motif!" Ucapku.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as daiya no a
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Lanjutnya. Mbak Aiza yang tadi tersenyum riang, kuperhatikan senyumnya kini berbeda, tak selepas yang tadi. “Do’ain ya, Tan, semoga bisa cepet dapet momongan kaya kalian,” jawab mba Aiza dengan senyumnya yang lebar. Mas Risam yang ada di sampingnya merangkul dengan hangat, sambil menyetujui ujaran istrinya tadi. Ada duka yang tak bisa dijabarkan di dalam sana. ***
575 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as daiya no a
Read
+Library
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Dia adalah tipe pria yang menganggap wanita tidak lebih dari sekadar sebuah trofi berkilau yang harus dikurung rapat di dalam lemari kaca agar bisa dipamerkan pada waktu-waktu tertentu guna mendongkrak ego dan status sosialnya. "Jia Li tampaknya tidak menyentuh hidangannya sama sekali sejak tadi," suara berat, serak, dan penuh penekanan milik Tuan Besar Wang, ayah Jun, mendadak memecah keheningan yang sejak tadi hanya dipenuhi oleh denting halus garpu perak yang beradu dengan porselen.
10635 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as daiya no a
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Alia memainkan pisau kecil tajamnya di depan wajahku, sambil tersenyum kecil. "Mas, kamu tau, di dunia ini apa saja yang paling aku benci?" tanyanya. Alia benar-benar menakutkan, meskipun tampilannya begitu cantik hari ini, tetap saja tidak menutupi aura dendam yang terpancar dari matanya.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 817 Times as daiya no a
Read
+Library
DINAR

DINAR

"Nona, siapa yang anda temui? Dari siapa bunga itu?" tanya dayang itu dengan ketus Tapi lunar hanya diam sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam "nona, anda tidak bisa begini, anda tidak boleh jatuh cinta lagi, anda ingat pesan nyonya ratu?, kalau anda jatuh cinta lagi anak anda akan jadi taruhannya" jelas dayang yang bernama sania dengan nada serius
105.9K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as daiya no a
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Mau minta apa?” “Cium boleh?” Arya menelan ludah, saat melihat bibir polos Cita di depan mata. “Sekali, Cit. Bentaran doang. Satu detik, dah, selesai!” “Aa … itu …” Cita merasa wajahnya memanas. Ia semakin salah tingkah, karena Arya mulai meminta hal yang terasa aneh. Walaupun, sebenarnya itu adalah hak Arya, dan pria itu tidak perlu memintanya. “Aku .. itu, Mas …”
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as daiya no a
Read
+Library
Hayu

Hayu

Dina mengangguk dan memeluk Hayu, “Aku kangen, sudah lama kita tak bertemu, saling menyapa dan saling bercerita, kamu juga tak mengabariku sama sekali, kamu sibuk dengan Bisma sampai-sampai melupakan aku, begitu?” Hayu tertawa, “Mana mungkin aku melupakanmu, aku tak berani mengirimkan pesan padamu, karena aku takut mengganggumu yang sedang Business trip dengan Pak Sean, yang gantengnya nggak ketulangan itu. Makanya aku nggak berani hubungi kamu, Din. Kamu lagi ngapain di sini, jangan bilang Pak Sean juga tinggal di sini.” Dina mengangguk, “Iya, masa iya, aku yang tinggal di sini, ini masih pagi Hayu, jangan mimpi terlalu Dini. Ngomong-ngomong kamu mau ke mana?”
105.2K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as daiya no a
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status