Wanita Rahasia Dokter Arogan
Sambil melangkahkan kakinya ke dispenser, ia memakai kembali daster rumahan bermotif ditzy yang tergeletak di lantai, dan jaket tipis sebagai pelapis ketika dinginnya malam semakin terasa menusuk.
Jam dinding menunjuk ke pukul dua belas malam, entah Lara bisa kembali tidur atau tidak. Dia sudah bergelung dalam mimpi ketika ketukan pintu di kamar kos-nya membangunkan Lara secara tiba-tiba, tidak perlu mencari tahu siapa yang bertamu. Dari suata ketukan pelan yang berubah menjadi gedoran tak sabar, Lara tahu, dia tak akan lagi bisa tidur nyenyak mungkin sampai pagi menjelang.