SUAMIKU SAINGANKU
Baik menyanyi, menari, drama, atau baca puisi.
Aku berdiri di depan mading itu, meluruskan punggungku. "Nah, akhirnya jadi juga," gumamku puas. Aku menepuk-nepuk tangan, membersihkan sisa debu kertas.
Arga memasukkan tangan ke saku celananya, memandang mading itu sejenak. "Lumayan lah," komentarnya seadanya.
Aku menoleh, mengerucutkan bibir. "Kalau aku kerja sendiri, pasti lebih bagus," cetusku.
Hot Chapters