SUAMI YANG SEMPURNA
"Kamu tetap suamiku yang terbaik. Lihat, saat aku banyak melakukan kesalahan, kamu masih mau memaafkan aku, menenangkan aku, dan menjadi sandaran tempatku bersedih. Akulah yang telah gagal menjadi istri terbaik untuk kamu "
"Meskipun kamu bukan istri terbaik, tapi kamu tetap istriku. Aku nggak butuh istri yang sempurna, jika memang kesempurnaan itu udah ada di diriku. Kita bisa saling melengkapi satu sama lain untuk mengisi kekosongan di dalam diri kita masing-masing. Kamu bisa membuat hidupku penuh warna dengan sifat galak dan cerewet kamu "
Reyna menatapku penuh takjub. Kemudian meraba wajahku dan mengusapnya perlahan.