Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Jalanan tidak terlalu ramai, beberapa kendaraan sesekali lewat, tapi terasa begitu jauh. Hazel melangkah sedikit ke tepi jalan, tubuhnya masih terasa lemah. Kakinya nyaris goyah setiap kali berpijak. Namun ia memaksakan diri, ia harus pergi, harus menjauh. Napasnya masih tersengal, dadanya terasa sesak. Setiap suara kendaraan yang mendekat membuatnya refleks menoleh, penuh harap sekaligus takut. Takut jika tidak ada yang berhenti, takut jika ada yang berhenti. Beberapa menit terasa seperti sangat lama, hingga akhirnya sebuah taksi melambat di depannya. Hazel mengangkat tangan dengan ragu. Pintu terbuka, ia masuk dengan gerakan terburu, hampir tersandung oleh langkahnya sendiri, tubuhnya tera
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Cinta Gila Putra Konglomerat

Cinta Gila Putra Konglomerat

balas Sander sambil mengajak Zero untuk menaiki tangga. Malam ini terasa begitu syahdu, saat Zero berdiri di pembatas dia bisa lihat jalanan yang padat oleh kendaraan. Hal yang tidak berubah dari Jakarta adalah kemacetan. "Kok malah berdiri di sini?" tanya Sander yang ikutan berdiri di sisinya. "Nggak papa, gue cuma ingin melihat suasana malam," jawab Zero. "Hati aman?" canda Sander.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

"Iya. Jalan-jalan." "Ke mana? Ini udah sore dan kamu mau jalan-jalan? Oh, mau ke street food? Ayo aku juga mau." Jamal menahan tawanya. Dia yakin yang ada di pikirannya dan pikiran Juwita sangatlah berbeda. "Kamu mau ke street food yang mana?" Juwita terdengar sangat antusias. "Yang aku miliki." Sungguh jawaban Jamal ini membuat orang salah paham.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah si Om Suami

Terjerat Gairah si Om Suami

Jena berjalan cepat di trotoar, wajahnya masih cemberut. Bibirnya mengerucut, maju seperti paruh bebek, seakan-akan dengan begitu ia bisa melampiaskan kekesalannya pada udara. Sandalnya menghentak-hentak kecil setiap kali melangkah, menandakan mood-nya yang jelas masih buruk. Jena memilih sisi kanan jalan, padahal persis di sampingnya kendaraan lalu-lalang, sesekali mobil melintas cukup dekat.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

NADIA - 5 Di Pinggir Jalan "Dasar, kalian memang keterlaluan. Nggak tahu diri banget. Sama-sama gilanya," ujarnya dalam hati sambil terus melangkah menuju jalan raya. Dia tadi memang sengaja tidak naik motor. Saat menoleh ke belakang, mobil mewah Selina masih terparkir di depan rumah Davin.
10144.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai di jalanan
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Ceritanya bagus banget kak... Izin promo ya. Sambil nunggu update buku ini, mampir yuk ke cerita aku. "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Makasih ^_^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Jadi Selingkuhan Teman Ayahku

Jadi Selingkuhan Teman Ayahku

Jika ia terus menangis seperti ini setiap hari, Salsa takut air matanya akan segera mengering. Salsa meraih ujung topinya dan menariknya sedikit ke bawah. Ia berjalan dengan tenang menyusuri jalanan kota tanpa supir atau bodyguard. Ia hanya ingin merasakan semilir angin sore itu yang sedikit dingin. Begitu Salsa keluar dari kawasan villa, ia menghentikan sebuah taksi dan masuk. Jalanan kota sore hari sangat ramai, sebagian besar bahkan terjebak oleh macet. Ribuan orang berdiri di sisi kiri dan kanan trotoar menunggu lampu hijau pejalan kaki untuk menyeberang.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
GEMA JATI

GEMA JATI

Adipati Ginggana memandangi jalanan belokan ke kanan. Nada suaranya lebih rendah dan serius saat dia bicara. “Jejak mobil dari arah pasar cuma satu, itu mengarah ke jalan lurus.” “Itu menuju puncak. Jalan mentok di pertigaan, tapi cuma belokan ke kanan yang untuk mobil. Jalan satunya jalan setapak. Sebelum ke sana ada beberapa belokan, tapi jalan kecil, tak muat untuk mobil.” Ayah Jati meragu sambil memandangi jalanan belokan ke kanan dan mengingat-ingat. “Aku tak yakin semua akan baik-baik saja kalau Jati benar ke sana. Itu jalan alternatif ke vila. Orang-orang dari luar kota biasa menginap di sana, kan?”
412 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Om-Om

Mendadak Dinikahi Om-Om

Ini jalanan umum, bukan jalan nenek moyangnya sendiri. Sepanjang perjalanan Nala hanya diam, sampai pada akhirnya ia melintasi jalanan yang menjadi tempatnya mengalami kecelakaan. Tanpa aba-aba air matanya pun langsung jatuh begitu saja membasahi pipinya di balik helm, bayangan hari itu kembali basah dalam ingatannya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

Tapi Jalak tak peduli dia tetap tancap gas. Aldi melihat sebuah trail yang kuncinya masih ada di halaman rumah ini. Dengan berlari dia ambil trail itu dan mengejar mobil yang kabur zig zag dan terguncang-guncang hebat, akibat dua ban nya kempes dan jalanan yang tak rata. Aksi kejar-kejaran di jalan berlumpur pun tak terelakan, Aldi tertolong lampu belakang mobil Jalak yang menyala, sehingga tanpa ragu dia kejar terus mobil tersebut.
1024.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Istri Figuran Tuan Muda

Istri Figuran Tuan Muda

Jelita terus menatap cincin yang baru saja tersemat di jari manis tangan kanannya hingga tak terasa waktu pun berlalu. *** "Jelita, Jelita! Woi!" "Hati-hati di jalan!" seru Jelita sambil menjatuhkan sebuah pulpen di tangannya. Zeya menggelengkan kepalanya, lalu berjalan semakin mendekati sahabatnya. "Kau yang hati-hati di jalan. Kalau ada lubang di depan matamu, yang ada kamu injak dan jatuh!" omel Zeya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai di jalanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status