Saat Aku Salah Membencimu
Jalanan tidak terlalu ramai, beberapa kendaraan sesekali lewat, tapi terasa begitu jauh.
Hazel melangkah sedikit ke tepi jalan, tubuhnya masih terasa lemah. Kakinya nyaris goyah setiap kali berpijak. Namun ia memaksakan diri, ia harus pergi, harus menjauh. Napasnya masih tersengal, dadanya terasa sesak. Setiap suara kendaraan yang mendekat membuatnya refleks menoleh, penuh harap sekaligus takut. Takut jika tidak ada yang berhenti, takut jika ada yang berhenti. Beberapa menit terasa seperti sangat lama, hingga akhirnya sebuah taksi melambat di depannya. Hazel mengangkat tangan dengan ragu. Pintu terbuka, ia masuk dengan gerakan terburu, hampir tersandung oleh langkahnya sendiri, tubuhnya tera
Bab Populer