Asmaraloka Sang Putri Pusaka
Raras tetap di depan, bahunya tegap, langkahnya mantap, omelannya deras seperti hujan deras yang gagal turun.
“Kenapa lewat jalan ini?” tanyanya lagi, kali ini sambil menghindari genangan.
“Licin. Banyak akar. Banyak jebakan. Kau sengaja ya? Ingin aku terpeleset biar mulutku berhenti bicara?”
“Tidak, Ajeng. Semua jalan licin setelah hujan turun.”
“Nah, dengar itu, Alin? Dia membela diri! Itu artinya dia salah!”
인기 회차