Malam yang panas
Dan di dalam pondok sunyi itu, di tengah hutan yang gelap dan liar, mereka menciptakan satu malam yang tak akan terlupakan—malam yang sunyi namun penuh janji.
Mereka tak banyak bicara malam itu. Tubuh dan pikiran yang lelah membuat mereka lebih memilih saling diam, saling memeluk, seolah diam saja sudah cukup untuk menjelaskan betapa mereka butuh satu sama lain.
Nadia terlelap duluan di pelukan Reza. Nafasnya tenang, bibirnya sedikit terbuka. Reza mengusap lembut rambut kekasihnya yang tergerai di bahunya. Di balik matanya yang mulai berat, Reza tahu, damai ini hanyalah jeda. Sebentar lagi, dunia akan kembali mengejar mereka. Tapi untuk saat ini—untuk satu malam ini—ia mengizinkan dirinya me
Hot Chapters