SUJUD TERAKHIR EMAK
“Nak, ini pesan untuk kita semua. Jangan pernah menunda-nunda minta maaf, jangan pernah menunda berbuat baik. Karena kita nggak tahu kapan Allah akan memanggil. Bersyukurlah, Emak kalian pergi dengan cara mulia, dalam sujud di depan Ka’bah. Dan beliau tinggalkan kita dalam keadaan tanpa dendam, hanya dengan doa.”
Paklik Ali duduk di kursi ruang tamu, wajahnya pucat pasi. Nafasnya tampak pendek, dadanya naik turun dengan berat. Rini segera menuangkan segelas air putih dan menyerahkannya dengan tangan gemetar.
“Paklik, minum dulu. Biar agak lega,” ucapnya lirih.