Dua Hati, Satu Kehancuran
“Aku nggak begitu penting, cuma, kenapa kau mau memberikan setengah dari kekayaanmu kepadaku?”
Johan tertawa pelan, "Nggak apa-apa, aku hanya ingin memberimu yang terbaik yang bisa aku pikirkan."
Tiba-tiba aku merasa, bahwa perpisahan dengan Radit, tidak begitu menyakitkan lagi.
“Begitu kita kembali ke Jayakarta, kita tandatangani saja perjanjiannya.”
......
Setelah menutup telepon, aku kembali ke ruang tamu dan menemukan Radit memandangi aku dengan alis terangkat.
인기 회차