MAWAR
Ceklek
Mawar mengangkat kepalanya ke arah pintu, matanya menyipit ingin memperjelas penglihatanya.
"Nyonya, sudah sadar?"
Mawar tersenyum semringah mendengar suara Enah yang tersirat akan ke khawatiran, lalu dia mengangguk sebagai jawaban.
Tatapannya kini terarah pada nampan yang dibawa Enah.
"Itu apa, Bik?" Tanyanya setelah Enah berada di hadapannya.
"Ini sup ayam, badan nyonya terasa hangat, bibi takut nyonya nanti sakit,"