Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

"Kau sendiri juga sudah perjaka tua, Rusha. Yah, walau memang tidak ada kata tua untuk makhluk yang hidupnya mencapai ribuan tahun." Rai kembali menatap indahnya malam, bulan purnama yang bulat sempurna memancarkan cahaya bagi seluruh penjuru dunia yang sedang berada pada waktu malam hari. Menurut Rai, bulan purnama itu tidak seindah kelihatannya. Karen banyak kekacauan yang terjadi pada saat bulan purnama.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Badan ini rasanya lelah setelah seharian duduk di pelaminan dan bersalaman dengan ratusan tamu. Sebuah lingerie hitam aku kenakan malam ini. Aku ingin menyambut kedatangan Mas Rangga dengan istimewa. Aku matikan lampu utama, dan hanya menyalakan lampu spot yang temaram. Aku empaskan tubuh ke atas peraduan yang sudah ditata sedemikian rupa. Namun, keindahan malam pertama harus sedikit tertunda karena urusan yang tak bisa dibiarkan. Tak apa, lagi pula masih ada esok hari, dan malam-malam berikutnya, aku akan menikmati malam sebagai istrinya Mas Rangga. Aku tersenyum sendiri membayangkan semua itu.
1098.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

Dia masih betah berbaring di ranjang kusut yang menjadi saksi biksu di mana hampir semalaman dia menguras energi. Ya, Dia adalah pria menawan yang menghabiskan malam nikmat dengan wanita asing yang tak ia kenali. Padahal kemarin malam Glenn hanya ingin beristirahat dengan tenang. Dia sudah lelah melalui serangkaian jadwal bisnis yang padat pada hari pertama di Manchester.
9.8262.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
MEZZALUNA [Indonesia]

MEZZALUNA [Indonesia]

Sisanya, tenggelam dalam kegelapan malam, direngkuh erat oleh sisi lain yang tak ingin merelakan seluruhnya bersinar terang. *** Malam itu, setelah menyelesaikan segala macam tugas kuliahnya, Malia memilih duduk santai di balkon kamarnya, menikmati langit yang tampak begitu bersih. Tak ada awan, tak ada bintang. Hanya sabit yang tampak bersinar terang. Sendirian, tanpa siapapun menemani. Seperti dirinya saat ini. "Aku mencintainya, lebih dari yang ia tahu." monolog Malia.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Tanggap Brandon, "Lo lebih suka senja atau langit berbintang?" "Langit berbintang." "Kenapa?" "Karena indahnya senja cuma bentar doang. Abis gitu gelap," kata Sila, "Kalau langit berbintang, dia setia nemeni lo di waktu gelap sampai matahari datang sendiri buat ngasih lo penerangan." Jawab Sila. Brandon mengulum bibirnya. "Dari filosofi lo tadi, gue termasuk yang mana?"
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Surat Wasiat Sang Duke

Surat Wasiat Sang Duke

"Baik apanya." Marquis tentu saja sudah mempunyai rencananya tersendiri. Malam ini adalah bulan purnama. Itu bulan yang baik dimana mana seseorang akan mencapai pada kondisi paling prima. Jadi baik penyedotan dan praktik suntik mana itu akan dilakukan ketika bulan purnama.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Fang juga tidak lagi mendekati sarang Hantu Kelelawar Hitam yang ia temui sebelumnya sebab pemuda itu masih belum sanggup andaikan ingin mengalahkannya. Pada suatu malam, bulan bersinar lebih terang daripada biasanya. Fang menyadari ini adalah fenomena alam yang dinamakan bulan purnama. Fang menatap langit malam itu dengan lekat. Keindahan yang ditampilkan membuat Fang sedikit bahagia, namun tetap saja membosankan seperti sebelum-sebelumnya. Tapi, tiba-tiba langit berubah menjadi biru di sebagian wilayah juga berwarna merah di wilayah lainnya.
8.9681.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.5K kali sebagai filosofi bulan malam
Tampilkan Ulasan (152)
Baca
+Pustaka
putriutara13
Numpang promo kak JEJAKA EMAS And The Legend Of The Ten Rings JEJAKA. Anak seorang dewa yang terlahir di muka bumi. Kelahirannya diiringi amukan badai petir yang maha dahsyat. Terlahir bersama seekor Naga Emas yang kemudian menitis dan menyatu kedalam raganya.
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Bulan purnama muncul perlahan di atas awan, pucat, bulat, dan seakan mengawasi setiap langkah manusia di bawahnya. Cahaya bulan memantul pada mata Feng Longwei yang masih menyisakan rona emas. Malam terasa sunyi, namun sunyi yang membawa firasat buruk. “Malam ini…” ujarnya lirih, “sepertinya akan menjadi malam yang panjang.”
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Kekhilafan Satu Malam

Kekhilafan Satu Malam

Binar mengalihkan pandangan dari tatapan menghanyutkan itu, memilih memandang langit yang dihiasi bulan dan bintang. "Ngapain kamu keluar? Nungguin Bang Aiman?" Selang beberapa menit dalam suasana hening, Affandi bertanya. Binar menggeleng. "Hanya ingin menghirup udara segar." "Angin malam kurang baik untuk wanita hamil." "Sebentar saja." Suara Binar tiba-tiba serak dengan mata yang mulai berkaca-kaca memandang langit malam.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

“Dia bilang… kalau kamu terus lihat langit malam, kamu bakal sadar, bintang itu nggak padam meskipun kelihatan kecil. Mereka cuma jauh.” Bram menatap keluar jendela, mengikuti arah pandang anaknya. Lampu-lampu kota berkerlip seperti bintang jatuh yang gagal mencapai bumi. “Dia benar,” gumamnya. “Kadang yang kita pikir udah hilang, cuma lagi berjarak.” Dion menyandarkan kepala ke bahunya, mulai mengantuk. “Mama juga gitu, ya?”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai filosofi bulan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status