Kalau Cinta Jangan Gengsi
Benar kata orang-orang, kalau sering berdua-duaan di luar saat magrib, banyak setan yang berkeliaran.
“Langit.”
“Hm, ada apa? Sebentar lagi kita sampai.”
“Terima kasih, sudah mengajakku bersenang-senang hari ini. Honestly aku nggak pernah sebahagia ini dalam hidupku, Langit.”
Langit menoleh ke arah istrinya, dia menatap Bulan yang juga sedang menatapnya. Mungkin karena situasi dan kondisi yang cukup nyaman, keduanya pun mendekatkan wajah satu sama lain. Langit mengecup lembut bibir ranum istrinya. Entah keberanian dari mana, Bulan pun membalasnya tak kalah dari suaminya, hingga keduanya hampir kehabisan nafas.
Hot Chapters