Hamil anak siapa?
Hanya itu respon Kenan, ia masih kesal, karena tadinya, jika Nadia yang jemput, Kenan mau pamer hasil menggambar di kelas.
Arlan melirik, "itu apa, Nan?" tunjuk Arlan ke kertas yang masih dipeluk bocah itu. "Lihat, dong," pintanya. Kenan perlahan menjauhkan kertas dari dadanya lalu ia menatap sendu. Kenan menggambar rumah, dua orang dewasa satu anak kecil, lalu seorang malaikat di atas awan, dan dua hewan peliharaan sepertinya kucing.
"Itu siapa?" Arlan begitu memelankan suaranya. Pas sekali mereka sedang di lampu merah, jadi Arlan bisa mendengar jelas penjelasan Kenan.