Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Mendengar itu, Taufik meningalkan Wahyu dan segera naik ke atas. Taufik bertanya, "Emang gula merahnya buat apa, Sih?" "Ini buat ngebuat bumbu rujaknya," sahut Mahlini. "Emang enggak bisa pake gula putih?" tanya Taufik kembali. "Bisa aja sih, tapi kurang sip," jawab Ummi menjelaskan. "Oh.. ya udah! Gue beli aja dulu ya," sahut Taufik.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Yo kenapa sih harus bawa Si Bulldozer terus? Anak Pabrik lain kan banyak." "Ya Ampun Mar! Jangan benci-benci ntar malah Cinta loh!" "Idih gak mungkin!" "Gak ada yang gak mungkin Mar." Sambil melihat catatan, Mpok Leha mengambil kantong gula pasir berukuran sekiloan dengan Brand Gulamu sebanyak seratus lima puluh kantong. Memang sengaja dibuat lebih karena menurut Babeh Ali biar lebih asal jangan kurang. Kalo lebih gampang baginya tapi kalau kurang bingung cari kurangnye dimane. Ya begitulah Si Babeh.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

ujarnya lagi "hahaha.. bisa aja lo!" gw tertawa kecil "eh beneran Han, liat nih ya...." lanjut Rena "ini gula gw anggap sebagai manisnya kelulusan gw!" katanya berandai andai ".........." Rena mengambil lagi setengah sendok gula, tapi kali ini cukup banyak jumlahnya "yang ini gula untuk Allan...." Rena pun kembali memasukkan gula itu ke dalam cangkir kopinya kemudian mengaduknya
8.918.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

Aku teringat, aku hendak membeli madu dan sari kurma untuk Bibik Saroh karena kemarin beliau mengeluh kurang enak badan. Akhirnya aku pun diturunkan di depan apotek oleh Bu Sintia dan suaminya. Setelah membeli madu dan sari kurma, aku segera pulang, kulihat di jam tanganku sudah jam delapan lebih, bahkan sudah hampir jam sembilan malam. Tepat jam sembilan sebelas menit aku sampai rumah. Kulihat masih tidak ada mobil Gus Ibrahim di garasi mobil.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

Indira terkekeh pelan, kemudian menghentikan langkahnya untuk mengambil gula pasir dan gula halus. “Gulanya sedikit aja. Saya nggak mau nastarnya terlalu manis,” ucap Indira, mengambil satu kantung gula pasir (setengah kilogram). Indira memang ingin mengurangi konsumsi gula. Bahkan saat membuat teh pun hanya menambahkan setenga sendok gula, agar tak terlalu manis. “Mas Edgar mau apa?” tanya Indira beberapa saat kemudian.
1033.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

Ada mainan, baju kaos yang bisa dicetak nama, dan makanan. Penjual yang sering diserbu adalah penjual gulali. Makanan yang terbuat dari gula pasir dan pewarna itu, masih menjadi favorit anak-anak. Bahkan, tak jarang orang dewasa juga menyukainya. Rasanya yang manis dan warna menarik, membuat ingin makan terus dan terus.
819.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

Kedua orang taunya juga sudah selesai makan. “Gimana pekerjaanmu? Lancar?” “Lancar Bah, sudah bikin MOU juga. Bulan depan mulai kirim produksi gula kita ke Malaysia, Singapura sama Kairo, beberapa teman Alfa ada yang bikin usaha makanan khas Indonesia yang butuh gula.” “Baguslah.” “Terus untuk kiriman duren juga masih lanjut. Kebun Umi yang di Kemranjen selalu menghasilkan buah yang banyak dan bagus.”
9.835.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

"Dia itu semuanya, suka-suka orang mau nyebutnya apa, semuanya benar." Suka-suka orang saja sih menurutku, mau menyebutnya apa. Aku menikmati nasi goreng sambil sesekali melihat adegan didepan sana. "Saatnya ponsel pintarku beraksi!" Setelah selesai menghabiskan satu piring nasi goreng yang rasanya nagih, aku segera mengarahkan ponsel kearahnya. "Kamu mau jadi paparazi?" Tanya Bunda menyelidik.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang CEO

Istri Rahasia Sang CEO

Arsen berjalan di sampingnya. Tangannya sesekali hampir menyentuh tangan Kamila. Namun tidak benar-benar menggenggam. Mereka berhenti di depan penjual gulali. Seorang bapak tua sedang memutar gula cair menjadi bentuk bunga. Kamila memperhatikan dengan mata berbinar. Arsen menatapnya. “Pengen?” Kamila langsung menggeleng. “Terlalu manis.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Madu

Terpaksa Menjadi Madu

*** Rujak. Sesuatu yang asam, manis, pedas, asin, dan gurih. Semua cita rasa yang sedang dia inginkan hanya ada di rujak. Itu membuatnya mengingat akan rujak langganannya di dekat sekolahnya dulu. Rujak Bangkok dengan bumbu keringnya yang dia inginkan.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai gula asli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status