DILEMA DUA HATI
Ali benar-benar memastikan kalau istrinya harus mematuhi apa katanya.
“Iya, kali ini aku paham. Lagi pula aku sedang malas keluar. Pinggangku serasa mau patah,” jawab Gu. Usai diyakinkan oleh Gu, Ali pergi berjalan kaki menemui dua orang pengkhianat yang akan membantunya masuk ke dalam camp konsentrasi. Ia tahu dari dulu sepak terjang mereka. Sayangnya belum sempat diadili Ali sudah harus keluar dari Balrus, dan kini dua orang itu justru berguna baginya. Sesekali ayah Maira melihat ke belakang dan sekitarnya, takut tiba-tiba istrinya muncul lagi seperti di dalam terowongan. Padahal Gu sedang tertidur lelap di depan tungku api mencari kehangatan.
Hot Chapters