Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Kalau dekat memangnya kenapa, apa itu penting untuknya? "Ya itu, yang sering ke sini karena kesepian. Aneh, mainnya kok ke sini. Memangnya rumahmu ini pasar? Lagian ya Na, sejujurnya Ibu tidak begitu suka kalau rumah ini dijadikan kayak dapur atau apa ya namanya tempat usaha gini. Kesannya jadi kotor, banyak orang bebas keluar masuk rumah ini dan itu salah satunya. Mampir ke sini karena ingin main doang. Memang iya dia langganan beli kuemu? Mungkin hitungan satu kue per hari, iya? Nggak ada untungnya. Beda kalau dia beli dalam jumlah banyak, baru oke. Lagipula Mama kasihan sama Malik, dia jadi nggak bebas di rumah sendiri karena banyak orang begini."
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 607 Times as hampir
Read
+Library
Pelampiasan

Pelampiasan

tanya Linda. Hans memberikan sebuah benda berukuran kecil berwarna hitam pada Linda, “Gunakan ini, kamu tinggal menekan tombol satu kali jika butuh bantuan tapi tekan dua kali jika itu mendesak.” kata Hans. Linda menerima benda itu dan mengingat apa yang Hans katakan, lelaki itu pun pergi membiarkan Linda untuk melanjutkan pekerjaan, hembusan nafas panjang lewat di bibir Linda.
9.7303.2K viewsCompletedAdded to Library 10.0K Times as hampir
Read
+Library
Hamil Tapi Perawan

Hamil Tapi Perawan

Lalu Tsabi hempaskan hingga pria itu terjerembab ke mobil seseorang yang menyebabkan bunyi gaduh alarm mobilnya. "Ada apa, Mbak?" Seorang satpam langsung menghampiri. "Orang jahat Pak, sudah pergi," katanya dengan napas masih berantakan. Merasakan ulu hatinya tiba-tiba sesak. Entahlah, mungkin efek tidak biasa melakukan pemanasan tiba-tiba dihadapkan dengan bahaya, jadi tubuhnya terasa kaget. Tsabi langsung melajukan motornya pulang. Sampai di rumahnya, Tsabi bebersih lebih dulu, baru menemui Ummi setelah mandi.
9.859.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as hampir
Read
+Library
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Dia sebenarnya sangat sayang. Nek Iyam yang sudah seminggu meninggalkan Nur pun akhirnya ada rasa kangen untuk bertemu. Wanita tua itu sering bilang kepada pendampingnya ingin bertemu cucunya. Namun, selalu ada kendala-kendala pada saat mau berangkat ke rumah cucunya. Dimulai dari ada rasa sakit yang kambuh mendadak dan segala macam kendala (tidak bisa diduga).
3.4K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as hampir
Read
+Library
HURT

HURT

Semua tentang Hana masih terpatri jelas di ingatannya dan semua itu kini menjadi bumerang yang menghancurkan dirinya secara perlahan. ++++ “Ma-maaf saya datang terlambat,” ucap Ae Ri dengan napas tersengal-sengal begitu berhadapan dengan Sung Jae. “Sa-saya .... Uhuk! Uhuk!” Ae Ri terbatuk-batuk. Melihat itu, Sung Jae segera menghampiri Ae Ri. Direngkuhnya bahu Ae Ri dan dibimbingnya duduk. “Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tenangkan dirimu, Ae Ri-ssi. Tarik napas dan embuskan perlahan.” Sung Jae memberi instruksi dengan sabar. “Ya, seperti itu. Bagus.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as hampir
Read
+Library
Invitasi

Invitasi

Jika tidak ada yang terjadi, ia akan membuang barang itu ke tempat sampah. Kyra mulai menghitung. Ketika masuk di menit ketiga, ponsel Kyra berdering. Dengan cepat Kyra menyambar ponselnya dan menekan tombol terima. Kyra tidak suara, hanya diam menunggu sampai orang di seberang sana berbicara lebih dulu. “Akhirnya terhubung juga.” Suara seorang wanita terdengar. “Kyra Raihana Aileen, kami akan membantu mengurangi kebencian dalam hatimu. Tertarik bergabung dalam acara?”
9.910.0K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as hampir
Read
+Library
Hamil Untuk Suamiku

Hamil Untuk Suamiku

“Baiklah! Oh ya, sudah berapa bulan usianya?” “Bayimu? Aku tidak tahu, tapi aku sering merasakan berkedut!” “Eum ... kalau begitu, mungkin sudah sekitar satu atau dua bulan!” “Dari mana kamu bisa tahu?” “Ya, aku tahu dari sejak kita sering bercinta waktu itu!” “Eh, begitu, ya?” “Entahlah, yang penting aku tahunya begitu,” kata Tama sambil tersenyum lebar. Ia merasa pengorbanannya memberikan semua perusahaan pada Brawijaya dan Marhen, adalah hal yang setimpal.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as hampir
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

Drtt drttt drrrtt Handphone Aini bergetar, ia bergegas membuka pesan yang masuk. 'Happy birthday gadis kecil, maafkan Abang yang belum bisa ngucapin langsung ke kamu. Kamu mau hadiah apa dari Abang?' Aini menerima pesan dari Arghanta, kaki tangan ayahnya dan merupakan sosok Abang yang selalu Aini sayangi. "Cie cie ada yang dapat pesan dari ayangnya ni," goda Rama. "Apaan sih kalian, ini cuma pesan dari bang Anta. Udah lanjut lagi makannya keburu bel masuk nanti!" ucap Aini mengalihkan pembicaraan.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as hampir
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status