Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adilkah Jika Hanya Aku Yang Terluka

Adilkah Jika Hanya Aku Yang Terluka

Melisa berbalik dengan emosi meledak, "Kamu tidak akan bertahan lama di hidupnya, Nalaa. Kamu hanya bayangan sementara. Dan bayangan tidak pernah memiliki cahaya!" Nalaa tersenyum penuh luka, namun matanya tetap kuat, "Tapi kadang... bayanganlah yang membuat cahaya jadi terlihat indah. Meskipun tidak bertahan lama, setidaknya aku tidak munafik seperti kamu, yang datang saat semuanya hampir selesai." Pernikahan digelar secara sederhana di aula rumah sakit. Saat Lian dan Nalaa mengucap janji, Melisa berdiri jauh di belakang, memandangi mereka dengan luka yang belum sembuh.
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Hanya Kau Milikku

Hanya Kau Milikku

Wajah tampan Hendri terlihat begitu jelas di pandangan mata polosnya. "Alia, kau ingat pohon ini?" Tanya Hendri sambil menunjukkan ukiran bertuliskan "Alia, I love you" Alia tak kagum sama sekali, wajahnya terlihat tak senang dengan ukiran tersebut. Ia sama sekali tidak mencintai Hendri. "Aku ingat," Alia memilih pilihan kata yang paling singkat. Tak ingin berlama-lama berbicara dengan keledai. Ups, maksudnya Hendri Sahnanjaya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu

Kenangan Cinta Pertama yang Membelenggu

Suasana di dalam mobil terasa hening. Zahra tiba-tiba memegangi dahinya dan berkata, "Radit, sepertinya gula darahku agak turun, kamu ada permen?" Raditya mengambil sebatang cokelat dari kompartemen dan memberikannya pada Zahra dengan sangat alami. "Sudah berapa kali aku mengingatkanmu, tapi kamu memang nggak pernah ingat." Zahra menerimanya, lalu tersenyum pelan. "Waktu sibuk aku jadi lupa, untung masih ada kamu."
14.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Yang tak terlupakan

Yang tak terlupakan

Waktu pun terus berjalan seiring hembusan angin, detik demi detik berlalu namun tetap saja rasa sakit dan rasa kecewa belum sedikit pun hilang bahkan luntur saja tidak . Manda masih harus menutupi luka nya dengan sebuah senyuman di setiap hari nya . Sejenak Manda bisa melupa kan Wahyu namun ketika Manda sedang seorang diri Manda pun kadang terlintas ingatan kenangan tentang Wahyu hadir .
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Hancur Patah Retak Tiga kata yang mewakili perasaan Alana setelah membaca surat dari Alfa Kepala Alana terasa penat dengan semua drama cinta dengan Alfa, ditambah pula dengan problematika memori ponsel yang penuh, seketika membuat Alana menjadi badmood “Sebenarnya selama ini aku screenshoot apa saja sampai-sampai memoriku seringkali penuh” keluh Alana dalam benaknya Alana mencoba menghapus beberapa foto di galerinya dan ternyata memang benar bahwa dia selama ini memiliki kebiasaan menscreenshoot banyak quotes yang menurutnya bagus dan sesuai dengan perasaanya saat ini, akan tetapi tidak pernah dilihat kembali dan akhirnya lama-kelamaan menumpuk
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Aku Hanyalah Wanita Bayanganmu

Aku Hanyalah Wanita Bayanganmu

Cailey menaruhnya di meja keramik, tepat di hadapan sang pemesan. Cailey tersadar akan sesuatu, aroma ini...aroma parfum yang hangat ini mengingatkan dia tentang seseorang atau suatu tempat yang ia lupakan. Cailey mencoba mengingat-ingat, dia mendongakkan kepalanya. Tunggu.... "Oh dia?"
568 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

"Aku tidak tahu. Jemariku bergerak sendiri saat aku tertidur. Mungkin itu adalah nama musuh yang harus kubunuh." Malakai tersenyum puas. Ia tahu bahwa memori Haneul hampir sepenuhnya terkikis. Nama itu adalah satu-satunya benteng pertahanan terakhir yang dimiliki wanita itu, namun tanpa wajah dan tanpa perasaan yang menyertainya, nama itu hanyalah sekadar coretan di atas batu. "Hari ini, latihanmu adalah menghancurkan bayangan," Malakai menjentikkan jarinya.
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Kembali

Berpisah Untuk Kembali

Hana pun menanggapi dengan anggukan kepala. “Al, benih yang kau tanam dalam rahimku telah menjadi sosok yang lucu. Sosok yang akan selalu menjadi penyemangatku sampai kapan pun. Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati. Hanya dia satu satunya kenangan paling berharga dari kamu. Aku tahu kehadirannya adalah sebuah kesalahan, tapi aku pastikan dia adalah kesalahan terindah yang pernah aku lakukan, Al. Salam rindu dari aku dan Alga junior.” Hana mengakhiri tangisnya dengan ungkapan tersebut.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 3 Oleh: Kenong Auliya Zhafira Kenangan pahit memang kadang bisa membekas hingga napas berhenti berembus. Sekeras apa pun melupakan, rasa itu akan tetap hadir dalam batas pikir yang tidak bisa diprediksi. Alsaki belum mampu melakukannya.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai hanyalah kenangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status