DIJODOHKAN MAMA
Kakek menatap jauh ke luar jendela, seperti mengingat sesuatu.
“Kamu tahu, Ziva,” ujarnya pelan, “di usia Kakek sekarang, yang paling disyukuri itu bukan harta, bukan gelar, tapi bisa lihat keluarga bahagia.”
Ziva mendengarkan dalam diam, pandangannya lembut.
“Ziva,” panggilnya lembut.
Ziva langsung menoleh. “Iya, Kek?”
Kakek menatap wajah menantunya itu lama, lalu tersenyum kecil. “Kamu tahu, Nak… hidup itu gak selalu soal bahagia. Kadang, yang penting itu tenang.”
Capítulos Populares