Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Boss Mafia Tak Terjamah

Boss Mafia Tak Terjamah

jawab Siggy yang kemudian pergi ke dapur, mengambil camilan dan minuman untuk Jordan. "Berita pencarianmu heboh kembali. Sekarang kepalamu dihargai 1 milyar dollar," kekeh Marco sembari menggeser laptop di atas meja ke arah Jordan yang duduk perlahan pada sofa karena Joshua sudah mulai tertidur di bahunya. Jordan tersenyum tipis melihat berita di laptop Marco.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as happy mocca
Read
+Library
Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Vitamin Stamina Pria di Laci Lemari Pembantuku

Kata Felisa sambil mengangkat sebuah tas berwarna mocca yang sedang menjadi trend masa kini. "Bagus banget itu," sahut Bella. "Kita beli yang ini aja yuk, gue bilang mocca lo beli yang cream, gimana?" tanya Felisa. "Boleh," sahut Bella. "BTW gue ke toilet dulu ya. Lo tunggu di sini aja biar gue ke toilet sendiri."
1026.6K viewsCompletedAdded to Library 717 Times as happy mocca
Read
+Library
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

ucap Arshaka setelahnya, “sudah sangat lama lidahku tidak merasa terpuaskan seperti sekarang.” Arjuna menoleh. “Apa itu berarti Om suka dengan masakan mamaku?” Tanpa ragu Arshaka mengangguk. “Tentu saja. Om sangat menyukainya. Kamu sangat beruntung bisa makan seperti ini setiap hari, Bocah.” “Hihi ….” Arjuna terkekeh kecil. “Aku juga menyukainya. Masakan mama adalah yang paling enak di dunia.”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as happy mocca
Read
+Library
Handa

Handa

Dihirupnya harum aroma kopi murni lalu Damar mulai menyesap dan menikmatinya. "Belum selesai revisi, penginnya bisa segera acc," jawab Handa kemudian menyesap kopi buatannya. "Ada masalah?" tanya Damar dengan tatapan menyelidik. "Nggak ada," jawab Handa sekenanya, membohongi Damar.
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 968 Times as happy mocca
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Ilusi tentang hantu masa lalunya menguap seketika, tenggelam oleh ego narsistiknya yang membumbung tinggi, dan gelombang gairah yang kian menderas membasahi pangkal pahanya. ‘Aku pasti sudah gila karena terlalu terangsang,’ batin Malora menepis kecurigaannya sendiri. Ia menatap lekat gundukan raksasa di telapak tangannya. Tangannya terus meremas perlahan, menyesuaikan cengkeramannya yang semakin kuat, merasakan setiap inchi dari bentuk yang semakin keras dan penuh di dalamnya. ‘Melihat ukuran monster ini… pantas saja Vandella tidak sudi melepaskannya. Membayar pemuda ini untuk pergi hanya buang-buang waktu.’
9.79.4K viewsCompletedAdded to Library 348 Times as happy mocca
Read
+Library
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as happy mocca
Read
+Library
Bukan Milkku

Bukan Milkku

Dia menghapus jejak minuman di bibirnya menggunakan telapak tangannya, Dan menaruh kembali minumannya di atas meja. Lalu dia membuka ponselnya, untuk memesan menu utama untuk marathon kali ini. Pasti kalian sudah tahu ... betul sekali! Ayam Goreng!! Dia memesan secara online, mungkin kurang lebih 30 menit, pesanannya akan sampai. Sana menyimpan kembali ponselnya di atas meja dan fokus menonton film yang sudah terputar di layar tv
2.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as happy mocca
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

ucap Trihsa mengalihkan pembicaraan dengan menarik buku menu yang di bawa oleh Vanda. Vanda pun dengan cepat merebut kembali buku menu itu dengan menyengir pelan. “Iya, iya, pesan!” ucapnya seraya mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. “Mau pesan apa?” tanya pelayan itu dengan memegang buku note kecil di tangan. “Matcha latte, cheese cake, sama rainbow cake. Itu aja.” “Baik, tunggu sebentar,” ucap pelayan itu seraya berjalan pergi.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 438 Times as happy mocca
Read
+Library
Behind Her Pride

Behind Her Pride

Jaydan yang baru datang sambil membawa dua cangkir cappucino tersenyum geli melihat pemandangan itu. “Bobot Moca bertambah karena dia bahagia tinggal di sini, tidak pernah kena omel majikan yang cantik tapi cerewet,” timpal Jaydan setelah menyimpan cangkir yang dibawanya di meja depan kursi yang ia duduki bersama Angel, mereka duduk bersampingan. “Terima kasih pujiannya,” balas Angel untuk ejekan Jaydan. “Sama-sama,” balas lelaki itu sambil mengambil alih Moca.
9.721.6K viewsCompletedAdded to Library 540 Times as happy mocca
Read
+Library
Mama Muda

Mama Muda

"Ayo, keburu makanannya dingin, lagi." "Oke, Ma." Ketiganya makan dengan lahap. Mama Nawang tersenyum bahagia. Seandainya mereka bisa makan bersama seperti ini setiap harinya. Ah, apa lebih baik aku ikut Adrian tinggal di Jakarta? ***
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 678 Times as happy mocca
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status