Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LORO

LORO

Ia kembali menuliskan catatan di bukunya setelah puas menikmati pemandangan baru di rumah Bumyen. Ant, temanku. Aku tahu, aku memang tidak layak untuk bersanding dengan Jinbun--lelaki yang menangkapku dari serangan mengerikan di mimpi itu. Itu jelas! Aku ini bukan manusia yang seharusnya hidup di zamannya. Aku tidak dapat menampik jika sebenarnya ... aku tertarik dengan manusia yang seharusnya menjadi moyangku itu. Namun, Ant dia yang mengingatkan aku pada mimpi di masa depan. Mimpi buruk yang mengejarku tanpa ampun. Dia ada disana. Tanpa takut dan ragu membawaku pergi ke tempat aman. Tunggu?!
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
TANGISAN CINTA

TANGISAN CINTA

kata edo dalam hatinya sambil tersenyum jahat Disisi lain tepatnya dijalan raya disaat prilly mengendarai mobilnya tiba tiba saja ananta menyebrang jalan ,hampir saja prilly menabrak ananta akan tetapi prilly behasil mengerem mobilnya " aaaghhhhhh " teriak ananta sambil terjatuh ke aspal " BERSAMBUNG "
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
ANTARA AKU KAMU DAN RAHASIA ITU

ANTARA AKU KAMU DAN RAHASIA ITU

Dan di tengah itu, aku berdiri… sebagai seseorang yang perlahan-lahan, mulai menjadi utuh kembali. ** Sebelum pulang, aku menulis di buku tamu pameran: > “Untuk waktu yang hilang. Terima kasih karena mengembalikannya dengan cara yang tak kuduga.” Keesokan harinya, aku tahu: Jogja bukan tempat melupakan. Tapi tempat menemukan ulang. Dan besok pagi, saat Damar menungguku di bawah pohon trembesi besar dekat studio…
10868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
BODYGUARD KESAYANGAN

BODYGUARD KESAYANGAN

Di sana Aya ikut duduk dalam perhelatan ghibah yang kali ini digawangi oleh bapak-bapak baru pulang nangkap ikan. “Ada beneran, saya nggak bohong. Ada pulau terlihat di antara kabut tebal di tengah danau kita. Besaaar sekali pulaunya. Bentuknya pun seperti cewek cantik tidur,” ucap salah salah bapak sambil makan kacang. Aya ikutan, melirik semuanya ketika sebutir kacang melayang tanpa ada yang memegang. Kabur rombongan ghibah itu karena merasa melihat hantu. “Padahal Aya bukan hantu.” Sang putri membungkus kacang kulit dalam plastik dan membawa ke tempat Saka menunggunya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Ayu

Cerita Cinta Ayu

kata Ayu tidak bersemangat. "Dia anak kelas H. Kamu pasti tau, biasanya ada segerombol anak laki - laki yang lewat depan kelas kita waktu jam istirahat. Mereka biasanya bertujuh atau berdelapan aku lupa. Nah, diantara laki - laki itu ada seorang anak yang berhidung mancung dan putih. Dia adalah Herman. Ada yang bilang bahwa kakeknya adalah orang Belanda, jadi dia ada keturunan Belanda, makanya dia sangat tampan. Aku bahkan berharap bisa berpacaran dengannya, tapi malah temannya yang suka denganku." jelas Santi.
20.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Saka POV “Saka, tolong antar ini ke rumah Bu Asih ya,” kata Ibu sambil menunjuk kotak kardus yang sudah ditutup kembali menggunakan lakban. Di dalamnya, aku tebak pasti berisi sembako pesanan Bu Asih di toko kami.
10750 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

‘Kau benar-benar mengetahui tentang abangku? Antaguna mengangguk dalam senyuman. “Maksudku, tidak mengetahui secara dalam. Hanya saja, aku pernah sekali bertemu dengan abangmu itu, di lembah Ngarai Sianok.” Bungo merasakan seluruh bulu halus di tubuhnya seolah merangkak dengan cepat, lalu jatuh berlutut di hadapan Antaguna, tertunduk demi menahan keharuannya.
1074.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Aku di Antara Kalian

Aku di Antara Kalian

Mbak Atun juga keluar sambil membawakan nampan berisi dua gelas teh dan setoples kue kering. "Silakan diminum, Mbak." Kiara mempersilakan. "Terima kasih," jawab Intan sambil mencuri pandang pada Kiara. Ternyata wajahnya sangat natural tapi cantik. Terlihat adem dan tidak menunjukkan perempuan yang suka neko-neko. Pantas saja kalau Manggala akhirnya jatuh cinta. Mereka berbincang tentang persekitaran. Tentang kehidupan di pedesaan yang tenang. Tentang aktivitas sehari-hari masyarakat. Tidak membahas maksud kedatangan Intan. Kiara pun tidak bertanya.
10311.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai hikayat antu ayek
Tampilkan Ulasan (63)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus kok, meskipun tau kalo akhirnya ttep bertahan sma gala lanjut aja karena sejauh ini kalo baca cerita mbak lis pisah selalu cweknya tegas banget pendirian, klo dah gini pasti ga bakalan ada cerai. ya udh lah gapapa poligami anggep aja batu sandungan, mskipn rda ga rela karena udh bgtuan sm nada
Aurora Aurora
GA ADIL BUAT KIARA THOR, WALAUPUN SI NADA UDAH DI CERAIKAN JUGA SAMA MANGGALA...!! TETEP AJA KIARA SAKIT BATIN, SAKIT RAGA NYA JUGA. KASIH MANGGALA AZAB DULU THOOOOORRRR, UDAH DZOLIMI KIARA SAMA ARSYA, UDAH GA DI PERLAKUIN SCRA ADIL SAMA GALA, JELAS BEDA DR SEGI PENGELUARAN BUAT KIARA SAMA BUAT NADA
Baca Semua Ulasan
Lintas Takdir dan Kutukan

Lintas Takdir dan Kutukan

kata Ananta, matanya terus mengawasi setiap sudut. Mereka melintasi koridor sempit yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran aneh. Beberapa ukiran tampak seperti cerita—bayangan besar menghancurkan kota-kota, sementara sosok manusia kecil berdiri melawan dengan pedang yang bersinar terang. “Ini... mirip denganmu,” kata Sekar, menunjuk ke salah satu ukiran. Ananta memiringkan kepalanya. “Mungkin legenda ini sudah ada sejak lama. Atau mungkin, aku hanya bagian dari cerita yang berulang.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Invasi Beast

Invasi Beast

Riak besar terbentuk di tengah arus, dan dari dalamnya, muncul seekor harimau. *Hah?! Lu apain, Yan?* tanya Ariel, terkejut. *A-aku gak ngapa-ngapain!* Riyan refleks mundur, berdiri di samping Anton. Harimau itu... mengaum, berbicara dengan bahasa beast. Seakan-akan ia tahu jika Riyan dapat memahaminya. “Apa yang kau lakukan di rumahku, penghianat?” Anton bengong, lalu nyeletuk, “Wih! Gila, langsung nongol!”
688 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai hikayat antu ayek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status