Two Side
ujarnya lirih.
“Kau benar ... terima kasih, Nenek. Namun sayang, sedari awal aku sudah kehilangan arah dan tujuan, bahkan aku telah menghancurkan semua yang kumiliki.” Perpisahan yang diakhiri dengan perkara yang dipenuhi makna, walaupun pada akhirnya tidak ada satu pun yang berubah dari kalian berdua. Kamu tetap terpaku akan masa lalu, dan terus menutup mata akan masa depan dan saat ini. Sebuah kesalahan yang selalu dilakukan dan diulangi oleh manusia, walaupun tahu lukalah akhirnya.