Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR KOS BU TEJO

TEROR KOS BU TEJO

Ia mulai menggigit kulit bibirnya, badannya ikut menggigil, segera Rengganis berjalan kembali ke kasurnya. "Aneh banget, jelas-jelas aku rebahan di sini dari tadi," gumamnya menarik selimut hingga menutupi setengah tubuhnya. Suasana kos kala itu terbilang sepi. Maklum tetangga kamar di sebelahnya dominan sudah pada bekerja. Bu Tejo berkata dua dari tiga kamar tersebut biasa lembur dan pulang dini hari. Bisa di bilang Rengganis adalah satu-satunya mahasiswi di kosan itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN TANPA NAMA

PERNIKAHAN TANPA NAMA

Drama apalagi yang ingin dia mainkan sekarang? --- Sementara itu, di sudut kota yang lebih tenang, Rin tengah berdiri di depan sebuah apartemen mungil dua lantai. Matahari pagi menyinari wajah pucatnya, dan koper besar berada di sisi kakinya. Jacob menutup pintu mobilnya dan menghampiri Rin. "Ini milik temanku. Sudah lama kosong, dan dia setuju untuk sewakan ke kamu dengan harga murah," jelas Jacob.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

Tentu saja tanpa ijin darinya, tidak ada acara yang dapat diselenggarakan di rumah itu, meskipun Kenzo lah pemilik bangunan mewah yang sebenarnya. Detik demi detik berlalu. Menit pun berganti. Kini, sudah saatnya jam kepulangan sang tuan rumah dari kerjanya. "Apa Kenzo sudah datang?" tanya seorang pria tua dengan gaya parlentenya. "Masih belum, Kek. Lebih baik Kakek beristirahat saja di kamar. Nanti, Carla panggil Kakek jika Kenzo sudah datang," jawab seorang wanita yang merupakan cucu tiri dari sang kakek.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Dia tidak memiliki Keluarga atau siapapun di muka bumi ini, satu-satunya orang yang dia punya ibu nya, kini setelah ibu nya meninggal, satu-satunya kenangan yang tersisa jelas hanya rumah gubuk mereka. Alih-alih mendengarkan permintaan dan permohonan Sheena, para rentenir mengeluarkan beberapa lembar kertas dan memaksa gadis tersebut untuk menandatangani surat serah Terima rumah. "Kami sudah cukup malas menagih atau menunggu janji,kau harus segera menandatangani atau mencap jari mu di surat-suratnya. Tidak ada yang dapat diharapkan dari wanita seperti kamu,jika cantik mungkin bisa menghasilkan uang dengan menjual mu ke club malam,tapi wajah mu benar-benar jauh di bawah standar"
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Apartemen Unit 131

Apartemen Unit 131

Jujur saja, setelah banyak indisen buruk yang menimpanya kemarin, ia sama sekali tak tertarik untuk melakukan apa pun saat ini. “Rey bilang sama gue kalo dia mau beli apartemen baru, soalnya apartemen yang sekarang terlalu jauh dari tempat magang. Nah, kebetulan apartemen lamanya belum ada yang minat, lo bisa tinggal di situ kalo mau. Khusus buat lo dia gak bakalan minta uang deposit, tapi syaratnya lo harus rajin bersihin tempat itu,” ujar Helen. Rey adalah kekasihnya, mereka sudah bersama selama dua tahun. Tadi pagi kedua insan itu sempat melakukan komunikasi lewat telepon, Rey bercerita bahwa ia berencana menyewakan apartemennya kepada orang lain sebab ia berniat mencari apartemen baru ya
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Ku Temukan Rumahku

Ku Temukan Rumahku

Lani merasa sedikit tidak nyaman. "Tak apa" Nenek itu memberikan sebuah selebaran, yang ternyata isinya adalah peraturan untuk tinggal di apartemennya. Lani menerima selebaran itu, dan nenek itu berkata "Nanti malam akan ada sejenis perayaan untuk menyambut penghuni baru di apartemen ini. Karena kebetulan apartemen ini mayoritas penghuninya adalah mahasiswa dari berbagai negara jadi kalian harus dekat satu sama lain, supaya kalau ada kesulitan dapat saling membantu. Pokoknya jangan lupa hadir yaa"
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

Namun, aku tidak bertanya, tidak juga berkomentar. “Kamu nggak ke rumah Ibumu?” Bu Marni bertanya, nadanya seperti menyindir. “Saya baru pulang dari sana, nih. Dikasih ini. Di sana lagi ada hajatan besar. Ibumu sampai motong kambing beberapa ekor,” Aku mendadak terdiam. Hajatan? Apa maksudnya? Aku belum mendengar kabar apapun. Padahal, Ibu hanya tinggal di kampung sebelah, tak terlalu jauh dari sini.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA SANG RENTENIR

JERAT CINTA SANG RENTENIR

Hampir setengah jam kami menyusuri jalan raya, hingga akhirnya sampai ke pinggiran kota. Motor memasuki halaman rumah bergaya minimalis. Membuatku berpikir, apakah ini rumah milik rentenir yang meminjami uang untuk Ayah. Sejauh ini rupanya, Ayah berhubungan dengan banyak orang seperti Ren. Dan anehnya, Ren juga mengenal mereka. "Mana Bos-mu?" Ren berjalan mendekati seseorang yang sedang menyiram tanaman. Lalu terjadi percakapan di antara mereka.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Sosok Papa

Rumah Tanpa Sosok Papa

Ibuku mewariskannya bertahun-tahun yang lalu. Udara malam Losanare terasa lembap. Taksi itu melintasi jalan raya yang terang benderang. Susan sempat terbangun sekali, dan bergumam, "Ma, apa kita akan tinggal di sini sekarang?" Aku mengelus rambut Susan. "Iya, untuk sementara. Ini rumah lama nenek." Susan mengangguk dan meringkuk lebih dalam ke pelukanku. "Di rumah baru tidak ada Om Ronaldo, kan?"
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
CALL ME NUMBER ONE

CALL ME NUMBER ONE

jawab Andika sambil menyerahkan kunci kepada Lucio. "Siap, terima kasih pak. Boleh minta rekeningnya?" Setelah mendapatkan nomor rekeningnya, Lucio pun memproses pembayaran sewa rumahnya yang seharga empat puluh juta setahun. Feren yang menyaksikan semua itu lagi-lagi semakin tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata kepalanya sendiri. Mulai dari biaya rumah sakit serta pemulihan Juan dan Bambang hingga biaya sewa rumah yang begitu tak masuk akal untuk didapatkan dalam waktu yang sangat singkat.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai home for rent sinopsis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status