Istri Sah, sang Presdir Dingin
"Helen dan Tasya adalah teman baik, Tasya kita, pertama kali memakan masakan ini juga mengatakan hal yang sama."
"Apa?" Tasya dengan cepat menundukkan kepalanya dan tidak berani berkata apa-apa lagi.
Saat ini, mata pasangan itu saling berinteraksi, dan Sana membawakan piring masakan babi kecap ke Tasya. "Cobalah sayuran ini, masakan paling enak Bi Irma, di Bandung biasa disebut lotek."
Alis mata Tasya sedikit mengerut, sumpitnya juga berhenti sejenak, tapi masih tetap tersenyum dan memakan lotek itu.
Hot Chapters