Ahli Waris
“Pak, saya tahu Bapak ini keturunan Romo bangsawan. Tapi, apa bisa dikatakan dengan jelas, dan pelan! Kayak kereta saja jalan terus. Ulangi, Pak!”
Aku menarik napas dan berusaha sabar. Rahman dan Ben mulai mengernyit. “Kanjeng Adipati Ra—”
“Cukup!” Aku sontak menghentikan perkataanku.
“Ka-jeee … pakai huruf apa selanjutnya?” tanyanya. Ini pegawai tidak bisa menulis, atau bagaimana?
“Ka-pakai huruf ‘n, Mbak. Bukan kajeng tapi kanjeng,” jawabku mulai resah. Dia terus menggerakkan kaca matanya. Ini pertanda tidak baik.
Hot Chapters