JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Kuat sekali, sampai lidahku mulai terulur, paru-paruku kehabisan pasokan udara dan sakit.
“Kowe ojo wani ngalang-alangi aku, utawa kowe bakal mati kaya wong tuwamu! Aku sengit bali, ora kepingin mati!”
(Jangan menghalangiku, atau kamu akan mati seperti orang tuamu! Aku masih idup, belum mau mati!)
“Aggh! To –long!”