My Arrogant Lawyer
“Aku, mau bilang, kalau aku juga punya perasaan yang sama dengan kamu, Mas.”
Byakta menatap Mai tanpa suara. Hatinya mejerit tapi bibirnya bungkam seribu kata. Ternyata, selama ini perasaan mereka sama, tapi kastalah yang berbeda. Berandai pun, rasanya sangat percuma, karena semuanya sia-sia.
“Ternyata, penilaianku selama ini sudah salah,” lanjut Mai. “Kamu itu, cuma seorang pengecut yang bahkan gak pernah mau berusaha—”
Bab Populer