Menuju Matahari
“Sudah kauantar ke kaputrenku?”
Di depan Senopati Natpada yang tegap, Candrakumala sepintas terlihat seperti kucing kurus yang baru saja tercemplung sungai. Tubuhnya cenderung kecil mungil dan sedikit bungkuk pada bagian punggung dekat tengkuk. Keseluruhan penampilannya tertolong oleh busananya yang tak pernah tidak mewah. Sore itu ia mengenakan blangkon hijau, baju lurik lengan panjang, kain yang dilipat sebatas lutut, serta celana hitam, dan semuanya bersulamkan benang emas.