ISTRI SIRI TENTARA ALIM
"Habis ini jangan lupa istikharah, ya. Biar hatimu benar-benar mantap."
Tamsir mengangguk. "Iya, Bu. Aku sudah janji."
Selasai sholat, Tamsir duduk di lantai ruang tengah, punggungnya bersandar ke dinding kayu yang dingin. Matanya masih menerawang, pikirannya terus mengulang-ulang pertanyaan yang tadi malam menggema dalam hati. Kenapa istikharahnya tidak memberikan jawaban apa pun?